BNI Incar Kredit Baru Korporasi Rp 45 Triliun di 2010
Jumat, 12/03/2010 12:58 WIB
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menargetkan pengucuran kredit baru di sektor korporasi sebesar Rp 45 triliun di tahun 2010. BNI akan fokus menyalurkan kredit korporasinya di sektor infrastruktur.
Demikian dikatakan oleh Direktur Korporasi BNI Krishna Suparto di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Jumat (12/03/2010).
"Kita targetkan Korporasi pada tahun 2010 sebesar Rp 45 triliun," ujar Krishna.
Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Pembiayaan Korporasi BNI Rosa Delima Dwi Mutiari mengatakan pada kuartal I-2010 BNI akan membiayai proyek 10.000 megawatt dan kredit-kredit kepada perusahaan pelat merah lain.
"PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebesar Rp 5 triliun, kemudian kepada PLN untuk membiayai transimisi proyek 10.000 megawat sebesar Rp 4 triliun dengan beberapa bank-bank lain berupa kredit sindikasi," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Rosa, BNI masih akan membiayai proyek tol di tahun 2010. "Yang sudah terealisasi hingga saat ini untuk proyek tol sebesar Rp 7 triliun," jelasnya.
Lebih lanjut Rosa mengatakan, selain KAI dan PLN perseroan akan membiayai kebutuhan belanja modal (capital expenditure /capex) kepada Telkom dan Pertamina.
"Namun masih dalam tahapan pembicaraan, intinya pinjaman ke BUMN hampir Rp 20 triliun dialokasikan, saat ini sudah 20% lebih yang terealisasi," tutupnya.
(dru/dnl)
Demikian dikatakan oleh Direktur Korporasi BNI Krishna Suparto di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Jumat (12/03/2010).
"Kita targetkan Korporasi pada tahun 2010 sebesar Rp 45 triliun," ujar Krishna.
Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Pembiayaan Korporasi BNI Rosa Delima Dwi Mutiari mengatakan pada kuartal I-2010 BNI akan membiayai proyek 10.000 megawatt dan kredit-kredit kepada perusahaan pelat merah lain.
"PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebesar Rp 5 triliun, kemudian kepada PLN untuk membiayai transimisi proyek 10.000 megawat sebesar Rp 4 triliun dengan beberapa bank-bank lain berupa kredit sindikasi," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Rosa, BNI masih akan membiayai proyek tol di tahun 2010. "Yang sudah terealisasi hingga saat ini untuk proyek tol sebesar Rp 7 triliun," jelasnya.
Lebih lanjut Rosa mengatakan, selain KAI dan PLN perseroan akan membiayai kebutuhan belanja modal (capital expenditure /capex) kepada Telkom dan Pertamina.
"Namun masih dalam tahapan pembicaraan, intinya pinjaman ke BUMN hampir Rp 20 triliun dialokasikan, saat ini sudah 20% lebih yang terealisasi," tutupnya.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
