Mobil Mewah Dilarang Pakai BBM Bersubsidi
Jumat, 12/03/2010 14:29 WIB
Jakarta - Pemerintah mengkaji pelarangan penggunaan BBM bersubsidi untuk kendaraan pribadi dengan klasifikasi tertentu. Mobil-mobil mewah tersebut harus membeli BBM dengan harga keekonomian.
"Kita serius mengarah ke sana. Karena mobil pribadi dengan klasifikasi tertentu tidak pada tempatnya memakai BBM bersubsidi." ujar Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh usai sholat di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (12/3/2010).
Menurut Darwin, hal tersebut dilakukan untuk menekan besaran subsidi BBM dalam APBN dan juga agar mempertajam sistim distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran.
"Sekarang sudah mulai merancang, melihat, ujicoba tapi realisasinya saya belum tahu," ungkapnya.
Namun sayangnya, Darwin tidak dapat menyebutkan spesifikasi mobil-mobil pribadi yang tidak boleh membeli BBM bersubsidi.
Terkait harga BBM di dalam negeri, Darwin menyatakan pemerintah akan berupaya agar harga BBM bersubsidi tidak naik tahun ini. Menurutnya, harga BBM bersubsidi masih bisa ditolerir pada tingkat 10 persen dari harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) yang ditetapkan dalam usulan APBN-P 2010 yang dipatok di level US$77 per barel.
"Kalau lebih dari itu maka dengan terpaksa harga BBM bersubsidi harus naik," tandasnya.
(epi/dnl)
"Kita serius mengarah ke sana. Karena mobil pribadi dengan klasifikasi tertentu tidak pada tempatnya memakai BBM bersubsidi." ujar Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh usai sholat di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (12/3/2010).
Menurut Darwin, hal tersebut dilakukan untuk menekan besaran subsidi BBM dalam APBN dan juga agar mempertajam sistim distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran.
"Sekarang sudah mulai merancang, melihat, ujicoba tapi realisasinya saya belum tahu," ungkapnya.
Namun sayangnya, Darwin tidak dapat menyebutkan spesifikasi mobil-mobil pribadi yang tidak boleh membeli BBM bersubsidi.
Terkait harga BBM di dalam negeri, Darwin menyatakan pemerintah akan berupaya agar harga BBM bersubsidi tidak naik tahun ini. Menurutnya, harga BBM bersubsidi masih bisa ditolerir pada tingkat 10 persen dari harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) yang ditetapkan dalam usulan APBN-P 2010 yang dipatok di level US$77 per barel.
"Kalau lebih dari itu maka dengan terpaksa harga BBM bersubsidi harus naik," tandasnya.
(epi/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 21:58 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
41 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
