PTBA akan Punya Mitra Baru Asal China Bangun Rel Tanjung Enim
Jumat, 12/03/2010 14:29 WIB
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan ada satu mitra strategis baru asal China yang ingin bergabung dengan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) dalam pembangunan rel kereta api di Tanjung Enim.
"Sudah ada mitra baru untuk melakukan tawaran join, baru satu asal China," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar saat ditemui di kantornya, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (12/3/2010).
Ia menjelaskan, mitra strategis yang selama ini telah melakukan kerja sama dengan PTBA dianggap tidak ada kemajuan berarti. Sampai hari ini, kementerian BUMN belum menerima laporan bahwa pembangunan rel sudah berjalan.
"Dari Join venture untuk existing dengan mitra bisnis, lama enggak jalan. Deadline-nya April, kalau memang belum jalan yang bisa dipastikan penjanjian berakhir," papar Mustafa.
Untuk itu, kementerian menginginkan agar pembangunan rel di Muara Enim bisa segara terlaksana, mengingat kontribusi terhadap produksi perseroan bisa naik dua kali lipat. "Potensinya sangat besar dari 10 juta ton saat ini, bisa 20 juta ton," ucapnya.
Namun potensi ini, tergantung biaya angkut dan hasil pembangunan nantinya. Tapi yang perlu dicatat, jika pembangunan segera terlaksana, tentu akan membawa multipllier effect yang besar. "Jika jadi, kan ada gerbong yang akan dibuat," paparnya.
Sebelumnya, perseroan telah membentuk perusahaan patungan bernama PT Bukit Asam Trans Railway hasil joint venture dengan Transpacific Railway, dan China Railway Engineering.
Perseroan sudah mendapat dana untuk proyek tersebut dari kerjasama peminjaman sebanyak US$ 1,3 miliar dengan China Exim Bank. Proses pembangunan rel kereta api ini diperkirakan selesai dalam tiga tahun. Dalam waktu 1 tahun, PTBA akan berkonsentrasi menyelesaikan pembebasan lahan dan dilanjutkan proses pembangunan.
(wep/ang)
"Sudah ada mitra baru untuk melakukan tawaran join, baru satu asal China," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar saat ditemui di kantornya, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (12/3/2010).
Ia menjelaskan, mitra strategis yang selama ini telah melakukan kerja sama dengan PTBA dianggap tidak ada kemajuan berarti. Sampai hari ini, kementerian BUMN belum menerima laporan bahwa pembangunan rel sudah berjalan.
"Dari Join venture untuk existing dengan mitra bisnis, lama enggak jalan. Deadline-nya April, kalau memang belum jalan yang bisa dipastikan penjanjian berakhir," papar Mustafa.
Untuk itu, kementerian menginginkan agar pembangunan rel di Muara Enim bisa segara terlaksana, mengingat kontribusi terhadap produksi perseroan bisa naik dua kali lipat. "Potensinya sangat besar dari 10 juta ton saat ini, bisa 20 juta ton," ucapnya.
Namun potensi ini, tergantung biaya angkut dan hasil pembangunan nantinya. Tapi yang perlu dicatat, jika pembangunan segera terlaksana, tentu akan membawa multipllier effect yang besar. "Jika jadi, kan ada gerbong yang akan dibuat," paparnya.
Sebelumnya, perseroan telah membentuk perusahaan patungan bernama PT Bukit Asam Trans Railway hasil joint venture dengan Transpacific Railway, dan China Railway Engineering.
Perseroan sudah mendapat dana untuk proyek tersebut dari kerjasama peminjaman sebanyak US$ 1,3 miliar dengan China Exim Bank. Proses pembangunan rel kereta api ini diperkirakan selesai dalam tiga tahun. Dalam waktu 1 tahun, PTBA akan berkonsentrasi menyelesaikan pembebasan lahan dan dilanjutkan proses pembangunan.
(wep/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
