Bapepam Tetap Minta Investor Waspadai Transaksi Penjualan Matahari
Jumat, 12/03/2010 15:12 WIB
Jakarta - Bapepam-LK meminta pemegang saham minoritas PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) jangan asal menyetujui penjualan 90,76% saham PT Matahari Dept Store Tbk (LPPF) dalam RUPS Luar Biasa.
"Bapepam tetap akan memberikan status warning kepada pemegang saham waktu mereka RUPS," tegas Ketua Bapepam-LK, Fuad Rahmany di kantornya, Lapangan Banteng, Jumat (12/3/2010).
Menurut Fuad, pemegang saham minoritas MPPA jangan langsung menyetujui penjualan LPPF hanya karena Bapepam-LK telah menyetujui digelarnya RUPS Luar Biasa MPPA.
"Jangan menganggap Bapepam setuju terus jadi pemegang sahamnya juga oke. Pemegang saham minoritas hati-hati dengan informasinya," ujar Fuad.
Fuad menjelaskan, diberikannya persetujuan RUPS Luar Biasa MPPA bukan berarti Bapepam-LK menyetujui transaksi penjualan tersebut. Ia mengatakan, Bapepam-LK tidak berwenang menentukan status transaksinya.
"Bapepam hanya bisa meminta manajemen memberikan informasi yang lengkap. Keputusan transaksi sepenuhnya ada di tangan pemegang saham minoritas. Jadi jangan anggap Bapepam sudah setujui RUPS lalu pemegang saham langsung menyetujui transaksinya," ujarnya.
Oleh sebab itu, Bapepam-LK meminta pemegang saham minoritas MPPA benar-benar memahami skema transaksi penjualan LPPF secara mendalam sebelum memberikan keputusan dalam RUPS Luar Biasa.
"Waktu mengambil keputusan dalam RUPS, harus benar-benar yakin. Kalau tidak yakin, ya jangan disetujui," ujarnya.
(dro/qom)
"Bapepam tetap akan memberikan status warning kepada pemegang saham waktu mereka RUPS," tegas Ketua Bapepam-LK, Fuad Rahmany di kantornya, Lapangan Banteng, Jumat (12/3/2010).
Menurut Fuad, pemegang saham minoritas MPPA jangan langsung menyetujui penjualan LPPF hanya karena Bapepam-LK telah menyetujui digelarnya RUPS Luar Biasa MPPA.
"Jangan menganggap Bapepam setuju terus jadi pemegang sahamnya juga oke. Pemegang saham minoritas hati-hati dengan informasinya," ujar Fuad.
Fuad menjelaskan, diberikannya persetujuan RUPS Luar Biasa MPPA bukan berarti Bapepam-LK menyetujui transaksi penjualan tersebut. Ia mengatakan, Bapepam-LK tidak berwenang menentukan status transaksinya.
"Bapepam hanya bisa meminta manajemen memberikan informasi yang lengkap. Keputusan transaksi sepenuhnya ada di tangan pemegang saham minoritas. Jadi jangan anggap Bapepam sudah setujui RUPS lalu pemegang saham langsung menyetujui transaksinya," ujarnya.
Oleh sebab itu, Bapepam-LK meminta pemegang saham minoritas MPPA benar-benar memahami skema transaksi penjualan LPPF secara mendalam sebelum memberikan keputusan dalam RUPS Luar Biasa.
"Waktu mengambil keputusan dalam RUPS, harus benar-benar yakin. Kalau tidak yakin, ya jangan disetujui," ujarnya.
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
