Utang Tinggal Rp 1,5 Triliun, Merpati Siap Tambah 4 Pesawat ATR
Jumat, 12/03/2010 15:50 WIB
Jakarta - PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) dipastikan akan menambah 3-4 pesawat jenis ATR dengan kapasitas 30 seat pada tahun 2010 ini. Pembelian pesawat dilakukan menggunakan sistem leasing, dan digunakan untuk optimalisasi operasi perseroan.
Menurut Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu, untuk membayar utang Merpati dibutuhkan rencana bisnis secara komprehensif, agar operasional perseroan tidak lagi mengalami kerugian.
"Kami sudah mengundang Merpati juga PPA. Merpati diberi kesempatan untuk merinci business plan-nya agar lebih prospektif," katanya.
Ia menambahkan, dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa untuk memenuhi optimalisasi kerja Merpati, perseroan harus menambah armada. Pesawat berkapasitas kecil, jenis ATR, siap dipesan dari Eropa. Jumlah pesawat berkisar 3-4 ATR.
"2011 agar lebih prospektif lagi dengan armada baru. Mungkin 3-4 ATR dengan sistem leasing. Termasuk 1 (armada) SAAB kemungkinan juga dengan pola leasing," ujar Mustafa.
Sementara itu utang Merpati, menurut perkembangan terbaru jumlahnya berkurang menjadi Rp 1,5 triliun. Ini karena baru saja terjadi pelunasan utang kepada Bank Mandiri. Sayangnya, Said enggan merinci jumlah dana yang dibyarkan kepada Bank BUMN tersebut.
"Untuk Mandiri sudah lunas. Saya lupa jumlahnya. Jadi utang tinggal Rp 1,5 triliun. Nanti bisa diresktrukturisasi," tegas Said.
(wep/ang)
Menurut Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu, untuk membayar utang Merpati dibutuhkan rencana bisnis secara komprehensif, agar operasional perseroan tidak lagi mengalami kerugian.
"Kami sudah mengundang Merpati juga PPA. Merpati diberi kesempatan untuk merinci business plan-nya agar lebih prospektif," katanya.
Ia menambahkan, dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa untuk memenuhi optimalisasi kerja Merpati, perseroan harus menambah armada. Pesawat berkapasitas kecil, jenis ATR, siap dipesan dari Eropa. Jumlah pesawat berkisar 3-4 ATR.
"2011 agar lebih prospektif lagi dengan armada baru. Mungkin 3-4 ATR dengan sistem leasing. Termasuk 1 (armada) SAAB kemungkinan juga dengan pola leasing," ujar Mustafa.
Sementara itu utang Merpati, menurut perkembangan terbaru jumlahnya berkurang menjadi Rp 1,5 triliun. Ini karena baru saja terjadi pelunasan utang kepada Bank Mandiri. Sayangnya, Said enggan merinci jumlah dana yang dibyarkan kepada Bank BUMN tersebut.
"Untuk Mandiri sudah lunas. Saya lupa jumlahnya. Jadi utang tinggal Rp 1,5 triliun. Nanti bisa diresktrukturisasi," tegas Said.
(wep/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
