RI Klaim Paling Siap Terapkan NSW di ASEAN
Jumat, 12/03/2010 15:52 WIB
Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar mengatakan hingga saat ini Indonesia menjadi negara yang paling siap menerapkan National Single Window (NSW) di tingkat ASEAN. Kesiapan Indonesia ini menjadi nilai lebih atau keunggulan Indonesia dari negara-negara ASEAN lainnya.
"Dari negara-negara ASEAN kita yang paling siap soal NSW," kata Mahendra sumringah dalam acara konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (12/3/2010).
Penerapan NSW selama ini sudah dilakukan secara bertahap oleh Indonesia yaitu pada 19 November 2007 mulai dilakukan tahap uji coba di Tanjung priok mencakup 10 importir prioritas. Kemudian pada tanggal 17 Desember 2007 dilakukan implementasi awal tahap I, di Tanjung Priok mencakup 100 importir prirotas.
Pada tahapan kedua, dilakukan pada 14 Agustus 2008 dilakukan di Tanjung Priok dan Tanjung Emas mencakup 100 importir jalur prioritas dan 146 non prioritas. Pada tahap ketiga dilakukan pada tanggal 23 Desember 2008 di 5 pelabuhan utama di Indonesia mencakup semua importir. Tahap keempat dilakukan pada 29 Julai 2009 berlaku 5 pelabuhan utama untuk ekspor ditambah ekspor untuk Tanjung Perak.
Pada tanggal 29 Januari 2010 tahapan nasional perizinan impor NSW telah diresmikan oleh Presiden SBY.
Sementara itu Ketua Tim Pelaksana Teknis National Single Window (NSW) Susiwiyono mengatakan diakuinya beberapa negara ASEAN lainnya masih belum siap melaksanakan NSW. Meski negara seperti Malaysia bersama Indonesia mulai melakukan uji coba sistem NSW pada Juli 2009 lalu.
Ia mengatakan pada bulan depan akan ada pertemuan dengan negara-negara ASEAN di Kucing Malaysia terkait pembahasan penerapan dan komitmen ASEAN Single Window.
Susiwiyono menambahkan salah satu bentuk kesiapan Indonesia adalah mulai Oktober 2010 ini NSW untuk kegiatan ekspor sudah dilakukan mandatori (kewajiban) di lima pelabuhan utama di Indonesia seperti Tanjung Perak, Tanjung Mas, Tanjung Priok, Belawan, dan Soekarno Hatta.
Landasan penerapan ASEAN single Window selama ini mengacu pada kesepakatan para menteri ekonomi negara ASEAN di Kuala Lumpur pada tanggal 5 Desember 2005. Hal ini merupakan dalam rangka memperlancar pelayanan ekspor impor dalam mengatasi permasalahan arus barang.
(hen/dnl)
"Dari negara-negara ASEAN kita yang paling siap soal NSW," kata Mahendra sumringah dalam acara konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (12/3/2010).
Penerapan NSW selama ini sudah dilakukan secara bertahap oleh Indonesia yaitu pada 19 November 2007 mulai dilakukan tahap uji coba di Tanjung priok mencakup 10 importir prioritas. Kemudian pada tanggal 17 Desember 2007 dilakukan implementasi awal tahap I, di Tanjung Priok mencakup 100 importir prirotas.
Pada tahapan kedua, dilakukan pada 14 Agustus 2008 dilakukan di Tanjung Priok dan Tanjung Emas mencakup 100 importir jalur prioritas dan 146 non prioritas. Pada tahap ketiga dilakukan pada tanggal 23 Desember 2008 di 5 pelabuhan utama di Indonesia mencakup semua importir. Tahap keempat dilakukan pada 29 Julai 2009 berlaku 5 pelabuhan utama untuk ekspor ditambah ekspor untuk Tanjung Perak.
Pada tanggal 29 Januari 2010 tahapan nasional perizinan impor NSW telah diresmikan oleh Presiden SBY.
Sementara itu Ketua Tim Pelaksana Teknis National Single Window (NSW) Susiwiyono mengatakan diakuinya beberapa negara ASEAN lainnya masih belum siap melaksanakan NSW. Meski negara seperti Malaysia bersama Indonesia mulai melakukan uji coba sistem NSW pada Juli 2009 lalu.
Ia mengatakan pada bulan depan akan ada pertemuan dengan negara-negara ASEAN di Kucing Malaysia terkait pembahasan penerapan dan komitmen ASEAN Single Window.
Susiwiyono menambahkan salah satu bentuk kesiapan Indonesia adalah mulai Oktober 2010 ini NSW untuk kegiatan ekspor sudah dilakukan mandatori (kewajiban) di lima pelabuhan utama di Indonesia seperti Tanjung Perak, Tanjung Mas, Tanjung Priok, Belawan, dan Soekarno Hatta.
Landasan penerapan ASEAN single Window selama ini mengacu pada kesepakatan para menteri ekonomi negara ASEAN di Kuala Lumpur pada tanggal 5 Desember 2005. Hal ini merupakan dalam rangka memperlancar pelayanan ekspor impor dalam mengatasi permasalahan arus barang.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
