Kementerian BUMN Susutkan Jumlah Deputi Jadi Lima
Jumat, 12/03/2010 16:21 WIB
Jakarta - Wacana restrukturisasi di dalam tubuh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan segera terlaksana. Dari enam deputi yang ada dibawah Menteri BUMN Mustafa Abubakar, akan menyusut menjadi lima deputi saja.
Demikian disampaikan Menteri BUMN Mustafa Abubakar dalam keterangannya kepada media di kantornya, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (12/3/2010).
"Hasil pertemuan kemarin, kita akan restrukturisasi organisasi. Rightsizing menjadi lima deputi, dari enam deputi," kata Mustafa.
Menurutnya, deputi yang melekat di tubuh kementerian BUMN akan di re-grouping agar lebih terkategori dengan abik. Nantinya, pembagian deputi akan didasarkan pada kepentingan industrinya. Industri primer dengan skunder akan dipisahkan.
Begitu pula dengan pengelolaan sektor logistik dan infrastruktur. Sisanya, berupa pengelolaan kebijakan sebagai mendukung, sayangnya Mustafa belum mau menyebut mana deputi yang akan dihapuskan, ataupun yang digabungkan.
"Kita langsung akan Rapim besok, untuk bahas hal ini. Untuk mana-mananya belum bisa disebutkan," ujar Mustafa.
Namun yang bisa dipastikan, Deputi Kementerian BUMN Bidang Pertambangan Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi (PISET) yang saat ini dijabat Sahala Lumban Gaol akan dipecah. Menurut Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu, sebagian wewenang PISET akan masuk ke industri primer juga skunder.
"PISET akan lari ke primer, ada yang skunder," papar Said
Kementerian BUMN juga akan menambah Pusat Data Informasi (Pusdatin). Tujuannya agar pengelolaan data lebih terpusat, dan dapat dinikmati oleh seluruh pihak yang berkepentingan.
"Kita akan buat itu (Pusdatin), agar kalau kalian (wartawan) perlu data langsung tersedia tanpa harus bertanya," paparnya.
Wacana ini akan dibawa ke dalam komite restrukturisasi dan akan keluar dalam bentuk Instruksi Presiden (Inpres). "Kita minta ke semua deputi harus sudah selesai rapat kerja dengan masing-masing BUMN-nya. Sehingga tiap korporasi itu punya ancang-ancang," tambah Mustafa.
"Ada rightsizing tugas langsung dalam kabinet dalam Inpres. Konsolidasi harus sudah selesai 2010, dan April nanti sudah RKAP 2011 untuk APBN," imbuhnya.
(wep/ang)
Demikian disampaikan Menteri BUMN Mustafa Abubakar dalam keterangannya kepada media di kantornya, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (12/3/2010).
"Hasil pertemuan kemarin, kita akan restrukturisasi organisasi. Rightsizing menjadi lima deputi, dari enam deputi," kata Mustafa.
Menurutnya, deputi yang melekat di tubuh kementerian BUMN akan di re-grouping agar lebih terkategori dengan abik. Nantinya, pembagian deputi akan didasarkan pada kepentingan industrinya. Industri primer dengan skunder akan dipisahkan.
Begitu pula dengan pengelolaan sektor logistik dan infrastruktur. Sisanya, berupa pengelolaan kebijakan sebagai mendukung, sayangnya Mustafa belum mau menyebut mana deputi yang akan dihapuskan, ataupun yang digabungkan.
"Kita langsung akan Rapim besok, untuk bahas hal ini. Untuk mana-mananya belum bisa disebutkan," ujar Mustafa.
Namun yang bisa dipastikan, Deputi Kementerian BUMN Bidang Pertambangan Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi (PISET) yang saat ini dijabat Sahala Lumban Gaol akan dipecah. Menurut Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu, sebagian wewenang PISET akan masuk ke industri primer juga skunder.
"PISET akan lari ke primer, ada yang skunder," papar Said
Kementerian BUMN juga akan menambah Pusat Data Informasi (Pusdatin). Tujuannya agar pengelolaan data lebih terpusat, dan dapat dinikmati oleh seluruh pihak yang berkepentingan.
"Kita akan buat itu (Pusdatin), agar kalau kalian (wartawan) perlu data langsung tersedia tanpa harus bertanya," paparnya.
Wacana ini akan dibawa ke dalam komite restrukturisasi dan akan keluar dalam bentuk Instruksi Presiden (Inpres). "Kita minta ke semua deputi harus sudah selesai rapat kerja dengan masing-masing BUMN-nya. Sehingga tiap korporasi itu punya ancang-ancang," tambah Mustafa.
"Ada rightsizing tugas langsung dalam kabinet dalam Inpres. Konsolidasi harus sudah selesai 2010, dan April nanti sudah RKAP 2011 untuk APBN," imbuhnya.
(wep/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
