Dahlan Iskan: Listrik Bukan Penyebab Tingginya Biaya Produksi
Jumat, 12/03/2010 17:54 WIB
Jakarta - Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan tidak terima jika listrik dikatakan menjadi satu-satunya penyebab tingginya biaya produksi bagi industri. Menurutnya banyak komponen lain yang juga mempengaruhi.
"Kalangan industri inikan tarif listriknya sudah naik dengan cara-cara tertentu. Listrik itu kan sebetulnya masalah yang datang terakhir saja. Apakah betul listrik itu membuat high cost begitu? Sebetulnya banyak hal lain yang membuat high cost," tegasnya ketika ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (12/3/2010).
Dahlan mengimbau kepada para pelaku industri untuk tidak hanya menyalahkan listrik sebagai penyebab tingginya biaya produksi mereka.
"Ibaratnya gelas ini sudah penuh sekarang. Kemudian akibat tarif listrik naik, airnya tumpah. Kenapa tidak gelasnya ini dikurangi dulu airnya, sehingga ketika tarif listrik itu naik, nggak ada yang tumpah. Sehingga sebetulnya ada faktor-faktor lain, yang tidak lebih penting dari listrik, itu bisa disingkirkan sehingga kenaikan listrik pun tidak memberatkan industri," paparnya.
Dikatakan Dahlan, tarif listrik harus dinaikkan agar struktur kebijakan energi bisa berjalan dengan baik.
"Inikan sebetulnya baru pernyataan awal dari seorang menteri yang mengatakan sampai akhir Juni nanti tidak akan ada kenaikan listrik. Kemudian diterjemahkan per 1 Juli nanti ada kenaikan listrik. Tapi itu kan baru global. Dan seharusnya ini kan seharusnya tidak mengagetkan. Karena semua yang mengikuti pembahasan APBN di DPR beberapa bulan yang lalu sebetulnya tahu kok kalau Juli itu ada kenaikan listrik," tuturnya.
(nia/dnl)
"Kalangan industri inikan tarif listriknya sudah naik dengan cara-cara tertentu. Listrik itu kan sebetulnya masalah yang datang terakhir saja. Apakah betul listrik itu membuat high cost begitu? Sebetulnya banyak hal lain yang membuat high cost," tegasnya ketika ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (12/3/2010).
Dahlan mengimbau kepada para pelaku industri untuk tidak hanya menyalahkan listrik sebagai penyebab tingginya biaya produksi mereka.
"Ibaratnya gelas ini sudah penuh sekarang. Kemudian akibat tarif listrik naik, airnya tumpah. Kenapa tidak gelasnya ini dikurangi dulu airnya, sehingga ketika tarif listrik itu naik, nggak ada yang tumpah. Sehingga sebetulnya ada faktor-faktor lain, yang tidak lebih penting dari listrik, itu bisa disingkirkan sehingga kenaikan listrik pun tidak memberatkan industri," paparnya.
Dikatakan Dahlan, tarif listrik harus dinaikkan agar struktur kebijakan energi bisa berjalan dengan baik.
"Inikan sebetulnya baru pernyataan awal dari seorang menteri yang mengatakan sampai akhir Juni nanti tidak akan ada kenaikan listrik. Kemudian diterjemahkan per 1 Juli nanti ada kenaikan listrik. Tapi itu kan baru global. Dan seharusnya ini kan seharusnya tidak mengagetkan. Karena semua yang mengikuti pembahasan APBN di DPR beberapa bulan yang lalu sebetulnya tahu kok kalau Juli itu ada kenaikan listrik," tuturnya.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
