detikfinance

Calon DG BI

DPR : Kasus Century Jadi Catatan Khusus Halim Alamsyah

Herdaru Purnomo - detikfinance
Sabtu, 13/03/2010 12:46 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi XI akan segera menggelar uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) untuk memilih Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Rencananya pemilihan tersebut akan dilaksanakan setelah DPR reses pada awal April 2010.

Dalam pemilihan Deputi Gubernur BI itu, Komisi XI mempunyai catatan tersendiri untuk salah satu calon Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah terkait keterlibatannya atas kasus Bank Century.

"Khusus untuk Halim, kita mempunyai catatan tersendiri karena kasus Century," ujar Wakil Ketua Komisi XI, Akhsanul Qasasi ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Sabtu (13/03/2010).

Akhsanul menjelaskan, status Halim pada saat adanya Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Bank Century memanggil Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI tersebut sebagai saksi. "Sehingga, nanti dalam pemilihannya di Komisi XI kita akan menggali lebih dalam sejauh mana dirinya terlibat di dalam kasus Bank Century. Halim pasti mengetahui kasus-kasus di dalam Bank Century," ungkap Akhsanul.

Lebih lanjut Akhsanul mengatakan, dalam menetapkan Deputi Gubernur, Komisi XI selalu mengedepankan independensinya. Khusus untuk Deputi Gubernur, Dewan akan melihat kemampuan analisa moneter dan teknis perbankannya. "Siapapun calonnya baik dari internal maupun eksternal BI, kita tidak pernah melakukan intervensi. Namun kita melihat kredibilitasnya," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Ketiga calon Deputi Gubernur tersebut adalah Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah, Direktur Riset Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo dan  Komisaris PT Bank Danamon Tbk Krisna Wijaya.

Halim dipanggil Pansus Century pada tanggal 18 Januari 2010 untuk dimintai keterangan mengenai pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) dan Kebijakan penyelamatan (bailout) Bank Century. Dalam rapat KSSK pada 20 November 2008, Halim mengawali dengan penjelasan situasi makro perbankan yang sudah sangat mengkhawatirkan, yakni Indeks Pressure Perbankan, pinjaman antar bank yang terjadi segmentasi, kurs melonjak dan cadangan devisa yang turun.

Halim menuturkan aspek psikologi yang terjadi dipasar, dan diyakini sangat penting bagi para bankir dan analis perbankan. Dalam situasi krisis, industri perbankan sangat khawatir dengan psikologi dan ciri khas masyarakat Indonesia yang mudah terpengaruh oleh rumor yang berkembang.

(dru/ang)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.