detikfinance

Anak Usaha Pertamina Terlalu Banyak

Angga Aliya ZRF - detikfinance
Sabtu, 13/03/2010 13:23 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) dinilai terlalu banyak memiliki anak dan cucu usaha. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) minyak itu sebaiknya melepas atau melebur anak dan cucu usaha yang sudah tidak produktif sesuai arahan Menteri BUMN Mustafa Abubakar.

"Sebaiknya pemerintah melebur seluruh anak perusahaan pertamina kedalam satu perusahaan, tidak seperti saat ini yang terlalu banyak anak dan cucu perusahaannya," Direktur Puskepi Sofyano Zakaria dalam pesan elektronik yang diterima detikFinance, Sabtu (13/3/2010).

Ia mengatakan, anak usaha yang seharusnya dilepas atau digabungkan dengan anak usaha lainnya adalah anak usaha yang membukukan rugi selama 3 tahun terakhir.

"Kalau dibuktikan rugi selama 3 tahun terakhir maka sebaiknya dijual atau dilebur, agar terjadi efisiensi dan mudah dalam pengawasan," tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian BUMN sudah meminta seluruh perusahaan pelat merah melepas seluruh cucu usahanya. BUMN hanya boleh memiliki anak usaha saja. Menurut Menteri BUMN Mustafa Abubakar, sekarang ini anak usaha BUMN berkembang lebih cepat dan membentuk banyak cucu usaha sehingga sulit untuk dikendalikan.

Kementerian BUMN juga meminta perusahaan pelat merah melakukan audit terhadap seluruh anak dan cucu perusahaannya. Nantinya, anak atau cucu usaha yang sudah tidak menghasilkan diminta untuk dilepas saja.

Saat ini jumlah anak usaha BUMN mencapai sekitar 600 perusahaan, belum termasuk cucu perusahaan. Dengan jumlah yang cukup besar ini, menurut Mustafa akan menjadi kesulitan bagi BUMN untuk mengawasi semuanya.



(ang/dru)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.