Naiknya Peringkat Utang RI Turunkan Yield SUN 25-50 Bps
Sabtu, 13/03/2010 16:21 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - Kenaikan peringkat utang pemerintah oleh Standard and Poor’s (S&P) berimbas kepada turunnya imbal hasil (yield) surat utang pemerintah dalam denominasi dollar Amerika Serikat (AS) sebanyak 25-50 bps.
Demikian hal itu diungkapkan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto kepada detikFinance, Sabtu (13/3/2010).
"Setelah pengumuman kemarin, yield Indo-bonds (dalam US$) turun sekitar 25-50 bps. Bahkan untuk yield Indonesia sudah lebih rendah dari Turki dan Philipina," katanya.
Ia mengatakan, outlook positif yang diberikan oleh S&P itu diperkirakan akan memicu naiknya peringkat Indonesia oleh lembaga pemeringkat lainnya, seperti Moody's.
"Dampaknya bagus dalam menurunkan biaya utang negara dan sektor swasta, yaitu kalau pemerintah untuk membiayai APBN atau perusahaan swasta perlu dana melalui penerbitan obligasi," katanya.
Ia berharap, dengan kenaikan peringkat dan positive outlook tersebut, pemerintah bisa mendapat momentum untuk menjaga jalannya agenda reformasi dan kebijakan fiskal yang prudent.
"Pemerintah harus tetap melanjutkan reformasi birokrasi termasuk pemberantasan korupsi, dan pelaksanaan APBN sesuai jadwal agar tujuan pembangunan untuk kepentingan rakyat tidak terganggu," ujarnya.
Sebelumnya, S&P menaikkan peringkat utang pemerintah. Peringkat utang dengan mata uang asing (long-term foreign currency rating) Indonesia menjadi BB dari semula BB- dan peringkat utang dengan mata uang rupiah (long-term local currency) tetap di BB+. Outlook untuk kedua rating ini ditetapkan positif.
(ang/dru)
Demikian hal itu diungkapkan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto kepada detikFinance, Sabtu (13/3/2010).
"Setelah pengumuman kemarin, yield Indo-bonds (dalam US$) turun sekitar 25-50 bps. Bahkan untuk yield Indonesia sudah lebih rendah dari Turki dan Philipina," katanya.
Ia mengatakan, outlook positif yang diberikan oleh S&P itu diperkirakan akan memicu naiknya peringkat Indonesia oleh lembaga pemeringkat lainnya, seperti Moody's.
"Dampaknya bagus dalam menurunkan biaya utang negara dan sektor swasta, yaitu kalau pemerintah untuk membiayai APBN atau perusahaan swasta perlu dana melalui penerbitan obligasi," katanya.
Ia berharap, dengan kenaikan peringkat dan positive outlook tersebut, pemerintah bisa mendapat momentum untuk menjaga jalannya agenda reformasi dan kebijakan fiskal yang prudent.
"Pemerintah harus tetap melanjutkan reformasi birokrasi termasuk pemberantasan korupsi, dan pelaksanaan APBN sesuai jadwal agar tujuan pembangunan untuk kepentingan rakyat tidak terganggu," ujarnya.
Sebelumnya, S&P menaikkan peringkat utang pemerintah. Peringkat utang dengan mata uang asing (long-term foreign currency rating) Indonesia menjadi BB dari semula BB- dan peringkat utang dengan mata uang rupiah (long-term local currency) tetap di BB+. Outlook untuk kedua rating ini ditetapkan positif.
(ang/dru)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
