YLKI: Tarif Listrik Pelanggan 450 VA Jangan Dinaikkan
Minggu, 14/03/2010 11:23 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengusulkan agar kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) tidak dikenakan kepada pemakai listrik golongan 450 volt ampere (VA) atau masyarakat kurang mampu.
Menurut pengurus Harian YLKI, Daryatmo, kenaikan TDL pada golongan ini dikhawatirkan akan menyebabkan kontraksi pada keuangan rumah tangga mereka.
"Mereka itu kan daya belinya sangat rendah. Kalau TDL untuk golongan ini dinaikkan maka akan ada pos-pos lain yang mereka potong untuk menutupi itu," ujar Daryatmo saat dihubungi detikFinance, Minggu (14/3/2010).
Sementara untuk pelanggan golongan 900 VA, lanjut Daryatmo, meskipun terjadi kenaikan namun sebaiknya tidak terlalu besar. Pasalnya, daya beli masyarakat golongan ini juga masih relatif rendah.
"Kalau pun golongan ini naik, tapi jangan sampai mereka naik 15 persen," ungkapnya.
Daryatmo menilai sebelum menaikkan TDL, pemerintah seharusnya mereformasi struktur tarif listrik. Menurut dia, hal ini perlu dilakukan agar subsidi listrik bisa tetap sasaran. Selain itu, pemerintah juga harus lebih banyak memberikan subsidi bagi industri, dibandingkan untuk rumah tangga.
"Subsidi secara makro sebaiknya diberikan untuk kegiatan non konsumsi seperti industri. Industri inikan sektor yang produktif sehingga memberikan efek berantai kepada perekonomian Indonesia," jelasnya.
Seperti diketahui, pemerintah berencana untuk menaikkan TDL dengan rata-rata kenaikan sebesar Rp 15 persen pada bulan Juli mendatang. Dengan kenaikan TDL yang hanya sebesar 15% saja, pemerintah masih harus menambahkan anggaran subsidi listrik dari Rp 37,8 triliun di APBN 2010 menjadi Rp 54,5 triliun di RAPBN-P 2010.
Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah mengatakan, jika usulan kenaikan TDL ini ditolak oleh DPR maka pemerintah harus mengeluarkan tambahan subsidi listrik sebesar Rp 6,8 triliun. Dengan asumsi tidak ada anggaran lain yang dipangkas, maka defisit APBN-P 2010 pun bisa naik menjadi 2,2%.
Saat ini pemerintah juga tengah melakukan simulasi perhitungan kenaikan tarif dasar listrik untuk setiap golongan dengan memperhatikan daya beli masyarakat.
(epi/wep)
Menurut pengurus Harian YLKI, Daryatmo, kenaikan TDL pada golongan ini dikhawatirkan akan menyebabkan kontraksi pada keuangan rumah tangga mereka.
"Mereka itu kan daya belinya sangat rendah. Kalau TDL untuk golongan ini dinaikkan maka akan ada pos-pos lain yang mereka potong untuk menutupi itu," ujar Daryatmo saat dihubungi detikFinance, Minggu (14/3/2010).
Sementara untuk pelanggan golongan 900 VA, lanjut Daryatmo, meskipun terjadi kenaikan namun sebaiknya tidak terlalu besar. Pasalnya, daya beli masyarakat golongan ini juga masih relatif rendah.
"Kalau pun golongan ini naik, tapi jangan sampai mereka naik 15 persen," ungkapnya.
Daryatmo menilai sebelum menaikkan TDL, pemerintah seharusnya mereformasi struktur tarif listrik. Menurut dia, hal ini perlu dilakukan agar subsidi listrik bisa tetap sasaran. Selain itu, pemerintah juga harus lebih banyak memberikan subsidi bagi industri, dibandingkan untuk rumah tangga.
"Subsidi secara makro sebaiknya diberikan untuk kegiatan non konsumsi seperti industri. Industri inikan sektor yang produktif sehingga memberikan efek berantai kepada perekonomian Indonesia," jelasnya.
Seperti diketahui, pemerintah berencana untuk menaikkan TDL dengan rata-rata kenaikan sebesar Rp 15 persen pada bulan Juli mendatang. Dengan kenaikan TDL yang hanya sebesar 15% saja, pemerintah masih harus menambahkan anggaran subsidi listrik dari Rp 37,8 triliun di APBN 2010 menjadi Rp 54,5 triliun di RAPBN-P 2010.
Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah mengatakan, jika usulan kenaikan TDL ini ditolak oleh DPR maka pemerintah harus mengeluarkan tambahan subsidi listrik sebesar Rp 6,8 triliun. Dengan asumsi tidak ada anggaran lain yang dipangkas, maka defisit APBN-P 2010 pun bisa naik menjadi 2,2%.
Saat ini pemerintah juga tengah melakukan simulasi perhitungan kenaikan tarif dasar listrik untuk setiap golongan dengan memperhatikan daya beli masyarakat.
(epi/wep)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 21:58 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 21:15 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
41 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
