DPR Dukung Larangan BBM Bersubsidi Untuk Mobil Mewah
Minggu, 14/03/2010 12:24 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - Ketua Komisi VII DPR Teuku Riefky Harsya mendukung rencana pemerintah untuk melarang penggunaan BBM bersubsidi bagi kendaraan pribadi dengan klasifikasi tertentu.
"Mobil-mobil mewah baik milik pribadi maupun perusahaan besar memang sudah selayaknya tidak menggunakan BBM bersubsidi," ujar Teuku saat dihubungi detikFinance, Minggu (14/3/2010).
Namun, Teuku menilai penerapan kebijakan tersebut tidaklah mudah. Pemerintah harus melakukan survei terkait kategori-kategori kendaraan yang tidak boleh menikmati subsidi BBM lagi. Selain itu, pemerintah juga harus membuat aturan yang jelas sehingga jika hal ini diterapkan maka tidak akan menimbulkan masalah baru.
"Kalau sudah dijalankan, pengawasannya juga harus ketat," ungkap dia.
Meskipun mendukung rencana pemerintah tersebut, Teuku juga meminta agar Menteri ESDM Darwn Zahedy Saleh untuk melakukan konsultasi dengan DPR. Konsultasi diperlukan guna menjelaskan lebih lanjut terkait usulan itu.
"Selama itu mengurangi subsidi, kami akan dukung. Tapi sebaiknya dibicarakan dengan Komisi VII dulu," kata dia.
Seperti diketahui, saat ini pemerintah memang tengah mengkaji pelarangan penggunaan BBM bersubsidi untuk kendaraan pribadi dengan klasifikasi tertentu. Hal tersebut dilakukan untuk menekan besaran subsidi BBM dalam APBN dan mempertajam sistim distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran.
(epi/wep)
"Mobil-mobil mewah baik milik pribadi maupun perusahaan besar memang sudah selayaknya tidak menggunakan BBM bersubsidi," ujar Teuku saat dihubungi detikFinance, Minggu (14/3/2010).
Namun, Teuku menilai penerapan kebijakan tersebut tidaklah mudah. Pemerintah harus melakukan survei terkait kategori-kategori kendaraan yang tidak boleh menikmati subsidi BBM lagi. Selain itu, pemerintah juga harus membuat aturan yang jelas sehingga jika hal ini diterapkan maka tidak akan menimbulkan masalah baru.
"Kalau sudah dijalankan, pengawasannya juga harus ketat," ungkap dia.
Meskipun mendukung rencana pemerintah tersebut, Teuku juga meminta agar Menteri ESDM Darwn Zahedy Saleh untuk melakukan konsultasi dengan DPR. Konsultasi diperlukan guna menjelaskan lebih lanjut terkait usulan itu.
"Selama itu mengurangi subsidi, kami akan dukung. Tapi sebaiknya dibicarakan dengan Komisi VII dulu," kata dia.
Seperti diketahui, saat ini pemerintah memang tengah mengkaji pelarangan penggunaan BBM bersubsidi untuk kendaraan pribadi dengan klasifikasi tertentu. Hal tersebut dilakukan untuk menekan besaran subsidi BBM dalam APBN dan mempertajam sistim distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran.
(epi/wep)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
