detikfinance

Mandiri Bidik 20 % Pelanggan Listrik Prabayar

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Minggu, 14/03/2010 13:08 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - Bank Mandiri membidik 20 persen pangsa pasar transaksi pembelian voucher listrik prabayar. Saat ini, jumlah pelanggan listrik prabayar PLN sekitar 140 ribu pelanggan.

“Kami optimis bisa mencapai target tersebut karena jaringan elektronik dan cabang Bank Mandiri tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia sehingga memudahkan pelanggan listrik pra bayar untuk bertransaksi,” kata Senior Vice President Mass & Electronic Banking Bank Mandiri Widhayati Dharmawan dalam siaran persnya yang dikutip detikFinance, Minggu (14/3/2010).

Sejak 13 Maret 2010, para pelanggan listrik PLN dapat membeli pulsa listrik prabayar  melalui jaringan elektronik (ATM dan Internet Banking) serta kantor cabang Bank Mandiri. Voucher isi ulang listrik yang dapat dibeli oleh pelanggan memiliki nominal Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 500.000 dan Rp 1.000.000.

Selain Bank Mandiri, bank lain yang berpartisipasi dalam penyediaan layanan penjualan voucher listrik prabayar adalah BRI (payment point), Bukopin (ATM dan internet banking), NISP (ATM dan payment point), Artha Graha (payment point), dan BPR KS (ATM dan payment point).

Listrik prabayar merupakan layanan terbaru PLN untuk konsumen dalam mengelola konsumsi listrik melalui meter elektronik prabayar sesuai dengan kebutuhannya. Tahun 2007 lalu, prabayar pertama kali dinikmati oleh masyarakat Kepulauan Seribu, tepatnya di Pulau Untung Jawa.

Dilanjutkan Tahun 2008 PLN terus mengkaji implementasi prabayar untuk pelanggan di daratan. Di tahun 2009, prabayar resmi diberlakukan bagi pelanggan PLN di Jakarta dan Tangerang.

Layanan listrik prabayar memiliki keunggulan, pelanggan tidak perlu khawatir akan kesalahan pencatatan, tidak direpotkan untuk menerima petugas pencatat meter yang berkunjung setiap bulan, privasi pelanggan tidak terganggu, pemakaian listrik sepenuhnya dikendalikan oleh pelanggan, dan pelanggan tidak perlu khawatir akan terjadinya pemutusan.

Kelebihan berikutnya, pelanggan tidak perlu khawatir mati listrik mendadak saat stroom yang tertera di meter sudah habis. Secara otomatis, meter prabayar akan memberikan alarm jika jumlah kWh sudah mulai habis.

Dengan itu pelanggan dapat segera melakukan isi ulang listrik yang besarnya variatif mulai dari Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 500.000 dan Rp 1.000.000. Sehingga pelanggan bisa menyesuaikan jumlah pemakaian sesuai dengan kebutuhan. Dan yang lebih penting lagi adalah stroom listrik prabayar tidak ada masa tenggang waktu, sehingga bisa dipakai kapan saja. Tidak ada masa tenggang waktu.


(epi/epi)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.