TDL Naik, DPR Panggil Menteri ESDM
Minggu, 14/03/2010 15:28 WIB
Foto: Angga/detikFinance
Jakarta - Komisi VII DPR akan segera memanggil Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh untuk meminta penjelasan soal rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 15 persen pada bulan Juli mendatang.
"Setelah masa reses ini berakhir, kami akan panggil Menteri ESDM terkait rencana kenaikan TDL tersebut," ujar Ketua Komisi VII DPR Teuku Riefky Harsya saat dihubungi detikFinance, Minggu (14/3/2010).
Teuku menyatakan, pemanggilan tersebut dilakukan karena pihaknya ingin mendapat penjelasan secara teknis dari Menteri ESDM mengenai bagaimana perhitungan dari kenaikan tersebut. Hingga saat ini, pemerintah memang belum pernah menyampaikan usulan tersebut kepada komisi yang menangani sektor ESDM ini.
""Kalau menaikkan TDL itukan harus konsultasi dulu dengan kami," kata dia.
Teuku juga mengingatkan agar pemerintah jangan hanya melihat kenaikan TDL ini sebagai sarana untuk mengurangi subsidi listrik dalam APBN. Namun dampak sosial dan ekonomi dari kenaikan ini juga harus diperhitungkan terutama bagi masyarakat menengah ke bawah dan industri kecil.
"Karena pemerintahkan juga punya target pertumbuhan ekonomi, jangan sampai kenaikan TDL ini malah menghambat pencapaian target tersebut," jelasnya
Terkait adanya rencana Menteri ESDM untuk memberikan kompensasi kepada masyarakat kurang mampu, Teuku mendukung rencana itu. Diharapkan kompensasi itu bisa mengurangi beban kenaikan listrik terhadap mereka.
"Mereka memang harus dapat kompensasi, tapi bentuk kompensasinya seperti apa itukan belum jelas juga," ungkap dia.
Seperti diketahui, pemerintah berencana untuk menaikkan TDL dengan rata-rata kenaikan sebesar Rp 15 persen pada bulan Juli mendatang. Dengan kenaikan TDL yang hanya sebesar 15% saja, pemerintah masih harus menambahkan anggaran subsidi listrik dari Rp 37,8 triliun di APBN 2010 menjadi Rp 54,5 triliun di RAPBN-P 2010.
Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah mengatakan, jika usulan kenaikan TDL ini ditolak oleh DPR maka pemerintah harus mengeluarkan tambahan subsidi listrik sebesar Rp 6,8 triliun. Dengan asumsi tidak ada anggaran lain yang dipangkas, maka defisit APBN-P 2010 pun bisa naik menjadi 2,2%.
Saat ini pemerintah juga tengah melakukan simulasi perhitungan kenaikan tarif dasar listrik untuk setiap golongan dengan memperhatikan daya beli masyaraka
(epi/epi)
"Setelah masa reses ini berakhir, kami akan panggil Menteri ESDM terkait rencana kenaikan TDL tersebut," ujar Ketua Komisi VII DPR Teuku Riefky Harsya saat dihubungi detikFinance, Minggu (14/3/2010).
Teuku menyatakan, pemanggilan tersebut dilakukan karena pihaknya ingin mendapat penjelasan secara teknis dari Menteri ESDM mengenai bagaimana perhitungan dari kenaikan tersebut. Hingga saat ini, pemerintah memang belum pernah menyampaikan usulan tersebut kepada komisi yang menangani sektor ESDM ini.
""Kalau menaikkan TDL itukan harus konsultasi dulu dengan kami," kata dia.
Teuku juga mengingatkan agar pemerintah jangan hanya melihat kenaikan TDL ini sebagai sarana untuk mengurangi subsidi listrik dalam APBN. Namun dampak sosial dan ekonomi dari kenaikan ini juga harus diperhitungkan terutama bagi masyarakat menengah ke bawah dan industri kecil.
"Karena pemerintahkan juga punya target pertumbuhan ekonomi, jangan sampai kenaikan TDL ini malah menghambat pencapaian target tersebut," jelasnya
Terkait adanya rencana Menteri ESDM untuk memberikan kompensasi kepada masyarakat kurang mampu, Teuku mendukung rencana itu. Diharapkan kompensasi itu bisa mengurangi beban kenaikan listrik terhadap mereka.
"Mereka memang harus dapat kompensasi, tapi bentuk kompensasinya seperti apa itukan belum jelas juga," ungkap dia.
Seperti diketahui, pemerintah berencana untuk menaikkan TDL dengan rata-rata kenaikan sebesar Rp 15 persen pada bulan Juli mendatang. Dengan kenaikan TDL yang hanya sebesar 15% saja, pemerintah masih harus menambahkan anggaran subsidi listrik dari Rp 37,8 triliun di APBN 2010 menjadi Rp 54,5 triliun di RAPBN-P 2010.
Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah mengatakan, jika usulan kenaikan TDL ini ditolak oleh DPR maka pemerintah harus mengeluarkan tambahan subsidi listrik sebesar Rp 6,8 triliun. Dengan asumsi tidak ada anggaran lain yang dipangkas, maka defisit APBN-P 2010 pun bisa naik menjadi 2,2%.
Saat ini pemerintah juga tengah melakukan simulasi perhitungan kenaikan tarif dasar listrik untuk setiap golongan dengan memperhatikan daya beli masyaraka
(epi/epi)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
