RI Harus Genjot Infrastruktur Untuk Dapat 'Investment Grade'
Minggu, 14/03/2010 16:27 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - Target Indonesia untuk mendapatkan peringkat invesment grade harus terus didukung, demi menjaga investor asing tetap masuk ke dalam negeri dan dengan jumlah yang lebih banyak. Salah satu cara yang efektif adalah dengan menggenjot sektor infrastruktur.
"Kita harus terus genjot infrastruktur, agar pemeringkatan kita terus naik dan investment grade didapat,"ujar Kepala Kamar Dagang dan Industri (KADIN) bidang UKM, Sandiaga Uno di sela acara diskusi 'Madu dan Racun ACFTA' di Jalan Tirtayasa Kebayoran, Jakarta, Minggu (14/3/2010).
Menurut Sandiaga, Indonesia sudah kalah jauh dari Malaysia dan Singapura dari pemeringkatan investasi. Tentu ini merugikan karena melemahkan daya saing dibanding negara-negara tetangga.
"Mereka sudah jauh lebih lama dari kita. Walaupun S&P telah naikan peringkat kita, tetap saja butuh investment grade segera didapat," paparnya.
Selain infrastruktur, lanjut Sandiaga, yang harus dibenahi adalah reformasi birokrasi serta perbaikan dalam peringkat Doing Business. Khusus untuk peringkat Doing Business, untuk dapat mendapatkan peringkat investment grade, Indonesia harus bisa menempati posisi di bawah peringkat 80.
Sementara dalam Laporan World Bank mengenai Doing Business 2010, Indonesia baru berada pada peringkat ke-122 dari 183 negara yang disurvei.
"Kita harus di bawah 80 (peringkat), supaya bisa dapatkan grade. Tentu perbaikan akan memperbaiki persepsi investor," ucapnya.
Sebelumnya, Lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s (S&P) melaporkan, telah menaikkan peringkat utang pemerintah. Peringkat utang dengan mata uang asing (long-term foreign currency rating) Indonesia menjadi BB dari semula BB- dan peringkat utang dengan mata uang rupiah (long-term local currency) tetap di BB+. Outlook untuk kedua rating ini ditetapkan positif.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, pihaknya akan berupaya agar peringkat 'Investment Grade' bisa diraih Indonesia kurang dari 1 tahun mendatang. Menurut dia, para pemberi rating telah melihat APBN Indonesia yang sehat, bahkan melebihi negara lain. Begitu juga dengan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
(wep/epi)
"Kita harus terus genjot infrastruktur, agar pemeringkatan kita terus naik dan investment grade didapat,"ujar Kepala Kamar Dagang dan Industri (KADIN) bidang UKM, Sandiaga Uno di sela acara diskusi 'Madu dan Racun ACFTA' di Jalan Tirtayasa Kebayoran, Jakarta, Minggu (14/3/2010).
Menurut Sandiaga, Indonesia sudah kalah jauh dari Malaysia dan Singapura dari pemeringkatan investasi. Tentu ini merugikan karena melemahkan daya saing dibanding negara-negara tetangga.
"Mereka sudah jauh lebih lama dari kita. Walaupun S&P telah naikan peringkat kita, tetap saja butuh investment grade segera didapat," paparnya.
Selain infrastruktur, lanjut Sandiaga, yang harus dibenahi adalah reformasi birokrasi serta perbaikan dalam peringkat Doing Business. Khusus untuk peringkat Doing Business, untuk dapat mendapatkan peringkat investment grade, Indonesia harus bisa menempati posisi di bawah peringkat 80.
Sementara dalam Laporan World Bank mengenai Doing Business 2010, Indonesia baru berada pada peringkat ke-122 dari 183 negara yang disurvei.
"Kita harus di bawah 80 (peringkat), supaya bisa dapatkan grade. Tentu perbaikan akan memperbaiki persepsi investor," ucapnya.
Sebelumnya, Lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s (S&P) melaporkan, telah menaikkan peringkat utang pemerintah. Peringkat utang dengan mata uang asing (long-term foreign currency rating) Indonesia menjadi BB dari semula BB- dan peringkat utang dengan mata uang rupiah (long-term local currency) tetap di BB+. Outlook untuk kedua rating ini ditetapkan positif.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, pihaknya akan berupaya agar peringkat 'Investment Grade' bisa diraih Indonesia kurang dari 1 tahun mendatang. Menurut dia, para pemberi rating telah melihat APBN Indonesia yang sehat, bahkan melebihi negara lain. Begitu juga dengan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
(wep/epi)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
