detikfinance

Kenaikan TDL Bisa Bikin Rakyat Berhemat

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Minggu, 14/03/2010 18:04 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15 % pada bulan Juli 2010 ternyata disambut baik oleh pengamat ekonomi Faisal Basri. Selain dapat membuat  PT PLN tidak merugi, kenaikan TDL tersebut juga dapat  mendorong masyarakat untuk lebih berhemat dalam menggunakan listrik.


"15 itu kan rata-rata. Dan untuk pelanggan 450 Watt (W) kan tidak naik. Lagi pula ini supaya rakyat juga berhemat," terang Faisal dalam perbincangannya seusai diskusi bertemakan 'Madu atau Racun ACFTA' di Jalan Tirtayasa Kebayoran, Jakarta (14/3/2010).

Menurut Faisal, PLN sebagai pengelola tunggal listrik negara tentu sangat terbebani dengan tarif listrik yang berlaku saat ini. Dengan anggaran subsidi yang semakin terbatas, tentu wacana kenaikan sesuai yang paling memungkinkan.

"Naiknya listrik rumah tangga juga sudah tidak karu-karuan. Ongkos listrik juga bergerak dari Rp 600 (per kWh) bergerak ke Rp 1.300 (per kWh)," ucapnya.

Ia juga menyarankan agar kenaikan harusnya bisa lebih dimaksimalkan bagi pelanggan dengan konsumsi 6.600 W ke atas.

"Kalau yang 900 W kan naik antara 5-10%. Kalau hitungan saya, yang 6.600 W harus naik 30%, ini kan sesuai dengan keekonomian mereka. Bahkan yang di atas 20.000 W naik 100%. Biarin saja, ini kan ada kaitannya dengan penghematan," kata Faisal.

Seperti diketahui, pemerintah berencana untuk menaikkan TDL dengan rata-rata kenaikan sebesar Rp 15  persen pada bulan Juli mendatang. Dengan kenaikan TDL yang hanya sebesar 15% saja, pemerintah masih harus menambahkan anggaran subsidi listrik dari Rp 37,8 triliun di APBN 2010 menjadi Rp 54,5 triliun di RAPBN-P 2010.

Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah mengatakan, jika usulan kenaikan TDL ini ditolak oleh DPR maka pemerintah harus mengeluarkan tambahan subsidi listrik sebesar Rp 6,8 triliun. Dengan asumsi tidak ada anggaran lain yang dipangkas, maka defisit APBN-P 2010 pun bisa naik menjadi 2,2%.

Saat ini pemerintah juga tengah melakukan simulasi perhitungan kenaikan tarif dasar listrik untuk setiap golongan dengan memperhatikan daya beli masyarakat.



(wep/epi)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.