TDL Naik 15%, Inflasi Bisa Bertambah Hingga 0,5%
Senin, 15/03/2010 08:22 WIB
Jakarta - Rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15% bisa memicu tambahan inflasi sekitar 0,3% hingga 0,5%. Namun hal ini belum akan membuat Bank Indonesia (BI) terburu-buru menaikkan BI Rate.
"Jika kenaikan TDL disetujui DPR, kami perkirakan dampaknya bisa menaikkan inflasi 0,3% hingga 0,5% dari perkiraan awal kami sebesar 5,3%," jelas Helmi Arman, Ekonom Bank Danamon dalam reviewnya yang dikutip detikFinance, Senin (15/3/2010).
Pemerintah menetakpan proyeksi inflasi RAPBN 2010 sebesar 5,7%. Meski ada kenaikan inflasi, namun Helmi melihat BI tidak akan terburu-buru menaikkan BI Rate yang kini di kisaran 6,5%.
"BI sepertinya masih tidak nyaman seputar kredit bank yang masih lambat. Asumsi kami, kenaikan suku bunga tidak akan terjadi hingga awal 2010 sepertinya masih realistis," tegas Helmi.
Sesuai dengan UU APBN 2010, pemerintah mestinya menaikkan TDL sejak Januari 2010 lalu. Namun kondisi masyarakat menurut Menkeu Sri Mulyani belum memungkinkan sehingga pemerintah memutuskan untuk menunda dan rencananya baru akan diberlakukan per Juli sebesar 15%.
Dalam RAPBN-P 2010, pemerintah menyiapkan subsidi listrik sebesar Rp 54,5 triliun. Angka itu meningkat dibandingkan subsidi listrik dalam APBN 2010 yang ditetapkan sebesar Rp 37,8 triliun.
Menurut Menkeu Sri Mulyani sebelumnya, jika DPR kemudian menolak usulan kenaikan TDL sebesar 15%, maka akan ada tambahan subsidi listrik sebesar Rp 6,8 triliun. Konsekuensinya, defisit APBNP 2010 bisa naik lagi menjadi 2,2%.
Namun Helmi melihat tambahan subsidi sebesar Rp 6,8 triliun itu masih bisa dikelola dengan baik oleh pemerintah.
"Jika kenaikan TDL ditunda lagi, maka subsidi listrik akan meningkat. Defisit APBN dapat bertambah jika belanja lain tidak dipangkas sehingga membuka kemungkinan tambahan penerbitan surat utang. Kemenkeu menyebutkan skenario tambahan subsidi sekitar Rp 6,8 triliun, yang tidak signifikan namun masih dapat dikelola dalam pandangan kami," urai Helmi.
(qom/qom)
"Jika kenaikan TDL disetujui DPR, kami perkirakan dampaknya bisa menaikkan inflasi 0,3% hingga 0,5% dari perkiraan awal kami sebesar 5,3%," jelas Helmi Arman, Ekonom Bank Danamon dalam reviewnya yang dikutip detikFinance, Senin (15/3/2010).
Pemerintah menetakpan proyeksi inflasi RAPBN 2010 sebesar 5,7%. Meski ada kenaikan inflasi, namun Helmi melihat BI tidak akan terburu-buru menaikkan BI Rate yang kini di kisaran 6,5%.
"BI sepertinya masih tidak nyaman seputar kredit bank yang masih lambat. Asumsi kami, kenaikan suku bunga tidak akan terjadi hingga awal 2010 sepertinya masih realistis," tegas Helmi.
Sesuai dengan UU APBN 2010, pemerintah mestinya menaikkan TDL sejak Januari 2010 lalu. Namun kondisi masyarakat menurut Menkeu Sri Mulyani belum memungkinkan sehingga pemerintah memutuskan untuk menunda dan rencananya baru akan diberlakukan per Juli sebesar 15%.
Dalam RAPBN-P 2010, pemerintah menyiapkan subsidi listrik sebesar Rp 54,5 triliun. Angka itu meningkat dibandingkan subsidi listrik dalam APBN 2010 yang ditetapkan sebesar Rp 37,8 triliun.
Menurut Menkeu Sri Mulyani sebelumnya, jika DPR kemudian menolak usulan kenaikan TDL sebesar 15%, maka akan ada tambahan subsidi listrik sebesar Rp 6,8 triliun. Konsekuensinya, defisit APBNP 2010 bisa naik lagi menjadi 2,2%.
Namun Helmi melihat tambahan subsidi sebesar Rp 6,8 triliun itu masih bisa dikelola dengan baik oleh pemerintah.
"Jika kenaikan TDL ditunda lagi, maka subsidi listrik akan meningkat. Defisit APBN dapat bertambah jika belanja lain tidak dipangkas sehingga membuka kemungkinan tambahan penerbitan surat utang. Kemenkeu menyebutkan skenario tambahan subsidi sekitar Rp 6,8 triliun, yang tidak signifikan namun masih dapat dikelola dalam pandangan kami," urai Helmi.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
