BNI Targetkan Rights Issue Rp 6 Triliun
Senin, 15/03/2010 15:49 WIB
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) ditargetkan bisa meraup dana sekitar Rp 5-6 triliun dari penerbitan saham baru alias rights issue. Saat ini, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang menggodok izin aksi korporasi tersebut.
Demikian dikemukakan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (15/3/2010).
"Kalau dari rights issue mungkin sekitar Rp 5-6 triliun," katanya.
Ia mengatakan, pihaknya akan mengupayakan izin aksi korporasi tersebut kepada Kementerian Keuangan selaku pemegang saham sekitar pertengahan tahun 2010 ini.
"Kita sudah usul ke Menkeu kalau dalam pertengahan tahun ada kesempatan. Mestinya kan awal tahun, awal tahun itu masuk untuk tahun anggaran bersangkutan," ucapnya.
Menurut Mustafa, selain aksi korporasi berupa rights issue tersebut, bank pelat merah itu juga bakal menerbitkan obligasi subordinasi (subdebt) senilai Rp 1-2 triliun tahun ini.
"Subdebt mungkin sekitar Rp 1-2 triliun, lebih kecil, katakanlah begitu, angkanya masih definitif," ujarnya.
Mustafa menambahkan, dua aksi korporasi itu dilakukan demi mendapatkan tambahan modal untuk menyalurkan kredit tahun ini. Selain penambahan modal, ia berharap BNI bisa mendapatkan insentif pajak dengan jumlah saham beredar di bursa sebanyak 40 persen.
(ang/dnl)
Demikian dikemukakan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (15/3/2010).
"Kalau dari rights issue mungkin sekitar Rp 5-6 triliun," katanya.
Ia mengatakan, pihaknya akan mengupayakan izin aksi korporasi tersebut kepada Kementerian Keuangan selaku pemegang saham sekitar pertengahan tahun 2010 ini.
"Kita sudah usul ke Menkeu kalau dalam pertengahan tahun ada kesempatan. Mestinya kan awal tahun, awal tahun itu masuk untuk tahun anggaran bersangkutan," ucapnya.
Menurut Mustafa, selain aksi korporasi berupa rights issue tersebut, bank pelat merah itu juga bakal menerbitkan obligasi subordinasi (subdebt) senilai Rp 1-2 triliun tahun ini.
"Subdebt mungkin sekitar Rp 1-2 triliun, lebih kecil, katakanlah begitu, angkanya masih definitif," ujarnya.
Mustafa menambahkan, dua aksi korporasi itu dilakukan demi mendapatkan tambahan modal untuk menyalurkan kredit tahun ini. Selain penambahan modal, ia berharap BNI bisa mendapatkan insentif pajak dengan jumlah saham beredar di bursa sebanyak 40 persen.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
