detikfinance

Penjualan Indocement Turun 8% di 2009

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Senin, 15/03/2010 18:12 WIB
Jakarta - Penjualan semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) tercatat turun 8% dari 14,6 juta ton di tahun 2008 menjadi 13,4 juta ton pada periode 2009. Pasar domestik masih menjadi andalan penjualan perseroan, dengan porsi 88% atau setara dengan 11,8 juta ton.

Menurut Corporate Secretary PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk  Dani Handayani, penurunan penjualan perseroan disebabkan kebijakan manajemen untuk mempertahankan harga jual semen dalam negeri, sebagai pangsa pasar utama (home market).

"Kebijakan manajemen yang mengakibatkan perseroan mengalami penurunan pangsa pasarnya di home market. Total penjualan di tahun 2009 13,4 juta ton, lebih rendah 8% dari tahun 2008, 14,6 juta ton," ujar Dani dalam keterbukaannya, Senin (15/3/2010).

Ia menambahkan, total penjualan domestik selama tahun 2009 tercatat 11,8 juta ton. Penjualan domestik turun 3,9% dibanding periode yang sama tahun 2008, sebesar 12,3 juta ton.

"Namun secara signifikan (penjualan domestik), bertumbuh sangat pesat dari negatif 14% di semester I-2009," ungkapnya.

Sementara untuk pangsa pasar ekspor juga menurun 30,4% dari 2,3 juta ton pada tahun 2008 menjadi 1,6 juta ton di tahun 2009. Penurunan disebabkan melemahnya kondisi ekonomi dunia yang kala itu sedang terhantam krisis.

Komposisi pangsa pasar Indocement sendiri tercatat menurun, dari 31,7% pada tahun 2008 menjadi 30,2% di tahun lalu. Selain INTP, pengusahaan pasar semen dibagi-bagi oleh semen Gresik 22,2%, Semen Padang 13%. Kemudian disusul Semen Holcim 13,8% dan semen Tonasa 9,4%.



(wep/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.