Wall Street Flat Menanti The Fed
Selasa, 16/03/2010 08:07 WIB
Foto: Reuters
New York - Saham-saham di bursa Wall Street bergerak perlahan menanti pertemuan Bank Sentral AS pada pekan ini. Investor akan menantikan aksi dari The Fed untuk kebijakan suku bunga ke depan.
Penguatan saham-saham di sesi akhir mampu menutup sentimen negatif yang datang dari China seputar masalah pengetatan kredit. Kabar kebijakan tersebut telah membuat bursa Shanghai melorot ke titik terendahnya dalam 5 pekan terkahir.
Pada perdagangan Senin (15/3/2010), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat tipis 17,46 poin (0,16%) ke level 10.642,15. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 0,52 poin (0,05%) ke level 1.150,51 dan Nasdaq melemah 5,45 poin (0,23%) ke level 2.362,21.
The Fed akan menggelar pertemuannya pada Selasa, untuk menentukan kebijakan suku bunganya. Namun The Fed diprediksi akan mempertahankan bahasa suku bunga rendah untuk waktu yang lebih lama.
Saham Wal-Mart Stores Inc menguat hingga 2,8% setelah Citigroup menaikkan peringkat peritel terbesar dunia itu. Saham Wal-Mart sekaligus menjadi pendongkrak utama Dow Jones.
Perdagangan berjalan cukup moderat dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 7,24 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.
(qom/qom)
Penguatan saham-saham di sesi akhir mampu menutup sentimen negatif yang datang dari China seputar masalah pengetatan kredit. Kabar kebijakan tersebut telah membuat bursa Shanghai melorot ke titik terendahnya dalam 5 pekan terkahir.
Pada perdagangan Senin (15/3/2010), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat tipis 17,46 poin (0,16%) ke level 10.642,15. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 0,52 poin (0,05%) ke level 1.150,51 dan Nasdaq melemah 5,45 poin (0,23%) ke level 2.362,21.
The Fed akan menggelar pertemuannya pada Selasa, untuk menentukan kebijakan suku bunganya. Namun The Fed diprediksi akan mempertahankan bahasa suku bunga rendah untuk waktu yang lebih lama.
Saham Wal-Mart Stores Inc menguat hingga 2,8% setelah Citigroup menaikkan peringkat peritel terbesar dunia itu. Saham Wal-Mart sekaligus menjadi pendongkrak utama Dow Jones.
Perdagangan berjalan cukup moderat dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 7,24 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
