The Fed Perpanjang Masa Suku Bunga Ekstra Rendah
Rabu, 17/03/2010 07:02 WIB
Markas The Fed (Foto: Reuters)
Washington - Bank Sentral AS (Federal Reserve) memutuskan untuk memperpanjang masa suku bunga rendah dengan harapan untuk bisa terus menstimulasi pemulihan ekonomi yang kini masih dibayangi tingginya pengangguran dan masalah likuiditas.
Keputusan itu diambil dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung Selasa (16/3/2010). Melalui voting 9:1, anggota FOMC sepakat untuk mempertahankan suku bunga rendah di kisaran 0-0,25%.
Satu anggota FOMC, Gubernur Bank Sentral Kansas City Thomas Hoenig tidak sepakat dengan keputusan itu dan berpendapat mempertahankan suku bunga rendah tanpa terkecuali untuk periode yang lebih panjang tidak lagi diperlukan.
Hoenig yang sudah 2 kali memberikan pendapat yang berbeda menyatakan bahwa menjaga suku bunga rendah dalam jangka yang lebih lama dapat mendatangkan risiko ekonomi.
"Suku bunga rendah dapat meningkatkan risiko makro ekonomi dan stabilitas ekonomi dalam jangka panjang," jelas Hoenig seperti dikutip dari AFP, Rabu (17/3/2010).
The Fed melihat 'aktivitas perekonomian terus menguat dan pasar tenaga kerja stabil'. Pernyataan tersebut sedikit berubah dibandingkan pernyataan dalam pertemuan terakhir yang menyebutkan 'pelemahan pasar tenaga kerja mulai memudar'.
FOMC mencatat belanja konsumen masih tertahan oleh 'tingginya pengangguran'. Kalimat itu sedikit berbeda dari pertemuan pada Januari lalu yang menyebutkan 'lemahnya pasar tenaga kerja'. Analis melihat perbedaan kalimat itu sebagai perubahan fokus dari semula pertumbuhan lapangan kerja menjadi tingkat pengangguran AS yang kini sudah mendekati 10%.
FOMC yang sebelumnya tidak menyebutkan masalah sektor perumahan yang merupakan jantung dari krisis finansial, dalam pertemuan kali ini juga menyentil dengan menyebutkan proyek perumahan baru sudah flat pada tingkat yang rendah.
The Fed juga melihat tingkat pemulihan ekonomi masih akan 'moderat' untuk beberapa waktu. Masyarakat Amerika masih berhati-hati untuk berbelanja karena tingginya pengangguran, pertumbuhan pendapatan yang sedang, kesejahteraan rumah tangga yang lebih rendah dan masalah pengetatan kredit.
Analis melihat hasil pertemuan The Fed ini tidak memberikan indikasi sama sekali bahwa mereka akan segera mengambil kebijakan keluar secepatnya.
"Meski menyebutkan beberapa perbaikan dari data sektor tenaga kerja, namun FOMC tidak memberikan indikasi akan mengambil fase berikutnya untuk strategi baru secepatnya. FOMC memilih mempertahankan fleksibilitas dengan mengatakan akan menggunakan seluruh alat kebijakan yang diperlukan untuk mendotong pemulihan ekonomi dan stabilitas harga," ujar Dean Maki, analis dari Barclays Capital Research.
(qom/qom)
Keputusan itu diambil dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung Selasa (16/3/2010). Melalui voting 9:1, anggota FOMC sepakat untuk mempertahankan suku bunga rendah di kisaran 0-0,25%.
Satu anggota FOMC, Gubernur Bank Sentral Kansas City Thomas Hoenig tidak sepakat dengan keputusan itu dan berpendapat mempertahankan suku bunga rendah tanpa terkecuali untuk periode yang lebih panjang tidak lagi diperlukan.
Hoenig yang sudah 2 kali memberikan pendapat yang berbeda menyatakan bahwa menjaga suku bunga rendah dalam jangka yang lebih lama dapat mendatangkan risiko ekonomi.
"Suku bunga rendah dapat meningkatkan risiko makro ekonomi dan stabilitas ekonomi dalam jangka panjang," jelas Hoenig seperti dikutip dari AFP, Rabu (17/3/2010).
The Fed melihat 'aktivitas perekonomian terus menguat dan pasar tenaga kerja stabil'. Pernyataan tersebut sedikit berubah dibandingkan pernyataan dalam pertemuan terakhir yang menyebutkan 'pelemahan pasar tenaga kerja mulai memudar'.
FOMC mencatat belanja konsumen masih tertahan oleh 'tingginya pengangguran'. Kalimat itu sedikit berbeda dari pertemuan pada Januari lalu yang menyebutkan 'lemahnya pasar tenaga kerja'. Analis melihat perbedaan kalimat itu sebagai perubahan fokus dari semula pertumbuhan lapangan kerja menjadi tingkat pengangguran AS yang kini sudah mendekati 10%.
FOMC yang sebelumnya tidak menyebutkan masalah sektor perumahan yang merupakan jantung dari krisis finansial, dalam pertemuan kali ini juga menyentil dengan menyebutkan proyek perumahan baru sudah flat pada tingkat yang rendah.
The Fed juga melihat tingkat pemulihan ekonomi masih akan 'moderat' untuk beberapa waktu. Masyarakat Amerika masih berhati-hati untuk berbelanja karena tingginya pengangguran, pertumbuhan pendapatan yang sedang, kesejahteraan rumah tangga yang lebih rendah dan masalah pengetatan kredit.
Analis melihat hasil pertemuan The Fed ini tidak memberikan indikasi sama sekali bahwa mereka akan segera mengambil kebijakan keluar secepatnya.
"Meski menyebutkan beberapa perbaikan dari data sektor tenaga kerja, namun FOMC tidak memberikan indikasi akan mengambil fase berikutnya untuk strategi baru secepatnya. FOMC memilih mempertahankan fleksibilitas dengan mengatakan akan menggunakan seluruh alat kebijakan yang diperlukan untuk mendotong pemulihan ekonomi dan stabilitas harga," ujar Dean Maki, analis dari Barclays Capital Research.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
