detikfinance

Wall Street Melesat Berkat Intel dan The Fed

Nurul Qomariyah - detikfinance
Rabu, 17/03/2010 07:15 WIB
Foto: Reuters
New York - Saham-saham di bursa Wall Street melonjak hingga titik tertingginya dalam 17 bulan terakhir setelah Bank Sentral AS memutuskan mempertahankan suku bunga rendahnya dalam waktu yang lebih lama.

Bank Sentral AS (Federal Reserve) memutuskan untuk memperpanjang masa suku bunga rendah dengan harapan untuk bisa terus menstimulasi pemulihan ekonomi yang kini masih dibayangi tingginya pengangguran dan masalah likuiditas.

Keputusan itu diambil dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung Selasa (16/3/2010). Melalui voting 9:1, anggota FOMC sepakat untuk mempertahankan suku bunga rendah di kisaran 0-0,25%. The Fed juga mencatat masalah naiknya momentum pemulihan ekonomi.

Ditambah penguatan saham Intel, indeks Standard & Poor's 500 pun merangsek ke titik tertingginya dalam 17 bulan terakhir.

"Meski segala sesuatunya sudah bisa diprediksi, namun jelas ini adalah tanda-tanda bulish karena tidak ada hal yang negatif keluar dari keputusan dan bahasa The Fed," jelas Cort Gwon, direktur riset dan perdagangan FBN Securities seperti dikutip dari Reuters, Rabu (17/3/2010).

Pada perdagangan Selasa (16/3/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 43,83 poin (0,41%) ke level 10.685,98. Indeks S&P 500 menguat 8,95 poin (0,78%) ke level 1.159,46 dan Nasdaq menguat 15,80 poin (0,67%) ke level 2.378,01.

Indeks S&P 500 akhirnya bisa menembus level 1.150, setelah dalam beberapa sesi sebelumnya gagal menembus level psikologis itu.

"Dalam beberapa hari dan pekan terakhir, kita telah menembus kisaran perdagangan S&P 500 di 1.050-1.1150, dan semoha kita bisa menembus kisaran perdagangan baru," imbuh Gwon.

Saham Intel menjadi penguat utama Dow Jones setelah mencetak kenaikan 4%. Saham produsen chip terbesar itu naik setelah diharapkan memberikan rilis yang positif untuk kuartal berikutnya.

Perdagangan berjalan moderat, dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 7,89 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.



(qom/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.