Distribusi Tertutup BBM Bersubsidi Diuji Coba di Bangka
Rabu, 17/03/2010 07:39 WIB
Jakarta - BPH Migas akan melakukan uji coba sistem distribusi tertutup BBM bersubsidi dengan menggunakan kartu fasilitas (smart card) di Pulau Bangka. Sebelumnya, uji coba sistem ini juga telah dilakukan di Pulau Bintan dan Batam.
"Uji coba berikutnya direncanakan di Bangka," ujar Kepala BPH Tubagus Haryono dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Selasa (16/3/2010) malam.
Tubagus menyatakan, pemilihan pulau Bangka sebagai lokasi uji coba karena wilayahnya tertutup sehingga pengawasan akan lebih mudah dilakukan. untuk merealisasikan rencana tersebut, maka BPH Migas akan bekerjasama dengan pemerintah daerah dan Polda setempat.
"Bangka merupakan kawasan isolated, tidak ada mutasi kendaraan antar wilayah untuk memudahkan pengawasan," ungkapnya.
Sayangnya, Tubagus belum mau menyebutkan secara pasti kapan uji coba ini akan mulai diterapkan. Namun ia memastikan rencana tersebut akan direalisasikan tahun ini juga.
Sebelumnya, pada tanggal 22 Januari lalu, pemerintah telah mencanangkan sistem pendistribusian tertutup BBM bersubsidi untuk transportasi darat di Kabupaten Bintan, Kota Tanjung Pinang dan Kota Batam.
Sistem ini merupakan bentuk pengawasan terhadap pendistribusian jenis BBM tertentu yang berbasis teknologi informasi dimana akan melakukan pencatatan dan perekaman terhadap realisasi penyaluran jenis BBM tertentu di SPBU dengan menggunakan stiker barcode yang ditempel di kendaraan bermotor dan kartu fasilitas sebagai identifikasi konsumen. Dimana kartu fasilitas ini dapat digunakan untuk alat pembayaran non tunai seperti e-toll card maupun flazz card.
Pengisian kartu fasilitas dapat dilakukan dengan menggunakan sistem voucher/isi ulang yang telah disiapkan pada lokasi-lokasi tertentu.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 45 tahun 2009, yang mengamanatkan agar pendistribusian Jenis BBM Tertentu atau BBM Bersubsidi dilaksanakan melalui sistem tertutup secara bertahap. Sehingga BBM Bersubsidi menjadi tepat sasaran dan tidak semua orang dapat membeli sesuka hatinya.
Hal Ini dimaksudkan agar beban Subsidi APBN tidak membengkak, seiring kemungkinan naiknya harga minyak mentah dunia yang saat ini masih merupakan sebagian bahan baku produksi BBM di dalam negeri.
(epi/qom)
"Uji coba berikutnya direncanakan di Bangka," ujar Kepala BPH Tubagus Haryono dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Selasa (16/3/2010) malam.
Tubagus menyatakan, pemilihan pulau Bangka sebagai lokasi uji coba karena wilayahnya tertutup sehingga pengawasan akan lebih mudah dilakukan. untuk merealisasikan rencana tersebut, maka BPH Migas akan bekerjasama dengan pemerintah daerah dan Polda setempat.
"Bangka merupakan kawasan isolated, tidak ada mutasi kendaraan antar wilayah untuk memudahkan pengawasan," ungkapnya.
Sayangnya, Tubagus belum mau menyebutkan secara pasti kapan uji coba ini akan mulai diterapkan. Namun ia memastikan rencana tersebut akan direalisasikan tahun ini juga.
Sebelumnya, pada tanggal 22 Januari lalu, pemerintah telah mencanangkan sistem pendistribusian tertutup BBM bersubsidi untuk transportasi darat di Kabupaten Bintan, Kota Tanjung Pinang dan Kota Batam.
Sistem ini merupakan bentuk pengawasan terhadap pendistribusian jenis BBM tertentu yang berbasis teknologi informasi dimana akan melakukan pencatatan dan perekaman terhadap realisasi penyaluran jenis BBM tertentu di SPBU dengan menggunakan stiker barcode yang ditempel di kendaraan bermotor dan kartu fasilitas sebagai identifikasi konsumen. Dimana kartu fasilitas ini dapat digunakan untuk alat pembayaran non tunai seperti e-toll card maupun flazz card.
Pengisian kartu fasilitas dapat dilakukan dengan menggunakan sistem voucher/isi ulang yang telah disiapkan pada lokasi-lokasi tertentu.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 45 tahun 2009, yang mengamanatkan agar pendistribusian Jenis BBM Tertentu atau BBM Bersubsidi dilaksanakan melalui sistem tertutup secara bertahap. Sehingga BBM Bersubsidi menjadi tepat sasaran dan tidak semua orang dapat membeli sesuka hatinya.
Hal Ini dimaksudkan agar beban Subsidi APBN tidak membengkak, seiring kemungkinan naiknya harga minyak mentah dunia yang saat ini masih merupakan sebagian bahan baku produksi BBM di dalam negeri.
(epi/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
