PGN Pangkas Jatah Gas ke PLTGU Muara Tawar
Rabu, 17/03/2010 10:02 WIB
Instalasi Gas PGN (dok detikFinance)
Jakarta - Pemangkasan pasokan gas tidak hanya dialami oleh pelanggan industri PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Tawar milik PT PLN (Persero) juga mengalami hal yang sama.
PGN mengurangi jatah gas untuk PLTGU Muara Tawar hingga 50 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD) sejak 1 Maret lalu. Berkurangnya pasokan pada akhirnya menyebabkan biaya produksi listrik di PLTGU tersebut membengkak.
"Iya, pasokannya memang berkurang sejak 1 Maret lalu," ujar Direktur Energi Primer PLN, Nur Pamudji, saat dihubungi detikFinance, Rabu (17/3/2010).
Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari PGN, pengurangan pasokan tersebut terjadi karena pasokan gas yang diperoleh PGN dari lapangan Grissik yang dikelola ConocoPhilips juga mengalami penurunan. Biasanya, PLTGU yang terletak di Bekasi, Jawa Barat itu, mendapat pasokan melalui pipa PGN sebesar 230 MMSCFD.
"Informasi PGN, pasokan gas yang mereka terima dari pemasoknya berkurang, sehingga pasokan ke kami juga dikurangi. Tapi untuk lebih jelasnya, tanya ke PGN," jelasnya.
Ia menyatakan, penurunan pasokan gas dari PGN tersebut telah menyebabkan biaya produksi listrik di PLTGU Muara Tawar menjadi meningkat karena BUMN listrik itu harus mengganti bahan bakarnya dari gas ke BBM yang harganya relatif lebih mahal.
"Biaya produksi tentunya naik, tapi saya belum hitung berapa kenaikannya, nanti akhir Maret baru ketahuan," ungkapnya.
Untuk menghindari kerugian yang berkepanjangan, PLN berharap PGN dapat menepati janjinya bahwa pengurangan pasokan gas ke PLTGU Muara Tawar, hanya akan terjadi hingga akhir bulan ini.
"Mereka bilang pengurangan gas itu hanya sampai akhir Maret ini, tapi kami belum tahu realisasinya," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PGN, Wahid Sutopo membenarkan adanya pemangkasan pasokan gas terhadap seluruh pelanggannya. Pengurangan tersebut terpaksa dilakukan karena berkurangnya pasokan gas ke PGN dari para pemasoknya.
Ia menyebutkan, setidaknya ada dua hal yang menyebabkaan hal itu terjadi yaitu berakhirnya kontrak pembelian gas dari lapangan ONWJ milik Pertamina Hulu Energi sejak akhir Februari lalu dan juga adanya pengurangan pasokan dari lapangan grissik, blok Corridor yang dikelola ConocoPhilips.
PGN menduga pengurangan pasokan gas dari lapangan Grissik tersebut terjadi karena adanya penambahan penyaluran gas ke Chevron sekitar 80-100 MMSCFD dari kontrak yang ada sebesar 320 MMSCFD. Penambahan pasokan tersebut bertujuan untuk meningkatkan produksi Migas Chevron.
"Hal ini membuat pasokan gas PGN dari lapangan Grissik menjadi fluktuatif sejak bulan Februari lalu," ungkapnya.
Dari kontrak yang ada sebesar 400 MMSCFD, Pada bulan Januari pasokan dari lapangan Grissik masih di kisaran 370-400 MMSCFD. Sedangkan pada bulan Februari menurun drastis hingga di bawah 300 MMSCFD.
Wahid sendiri masih belum memastikan sampai kapan pengurangan pasokan akan berlangsung. Saat ini, Perseroan masih melakukan pembicaraan dengan Dirjen Migas dan BP Migas untuk mencari solusi dari permasalahan ini.
"Kami berharap akan ada keputusan untuk menyelesaikan masalah ini seperti apa," tandasnya.
(epi/qom)
PGN mengurangi jatah gas untuk PLTGU Muara Tawar hingga 50 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD) sejak 1 Maret lalu. Berkurangnya pasokan pada akhirnya menyebabkan biaya produksi listrik di PLTGU tersebut membengkak.
"Iya, pasokannya memang berkurang sejak 1 Maret lalu," ujar Direktur Energi Primer PLN, Nur Pamudji, saat dihubungi detikFinance, Rabu (17/3/2010).
Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari PGN, pengurangan pasokan tersebut terjadi karena pasokan gas yang diperoleh PGN dari lapangan Grissik yang dikelola ConocoPhilips juga mengalami penurunan. Biasanya, PLTGU yang terletak di Bekasi, Jawa Barat itu, mendapat pasokan melalui pipa PGN sebesar 230 MMSCFD.
"Informasi PGN, pasokan gas yang mereka terima dari pemasoknya berkurang, sehingga pasokan ke kami juga dikurangi. Tapi untuk lebih jelasnya, tanya ke PGN," jelasnya.
Ia menyatakan, penurunan pasokan gas dari PGN tersebut telah menyebabkan biaya produksi listrik di PLTGU Muara Tawar menjadi meningkat karena BUMN listrik itu harus mengganti bahan bakarnya dari gas ke BBM yang harganya relatif lebih mahal.
"Biaya produksi tentunya naik, tapi saya belum hitung berapa kenaikannya, nanti akhir Maret baru ketahuan," ungkapnya.
Untuk menghindari kerugian yang berkepanjangan, PLN berharap PGN dapat menepati janjinya bahwa pengurangan pasokan gas ke PLTGU Muara Tawar, hanya akan terjadi hingga akhir bulan ini.
"Mereka bilang pengurangan gas itu hanya sampai akhir Maret ini, tapi kami belum tahu realisasinya," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PGN, Wahid Sutopo membenarkan adanya pemangkasan pasokan gas terhadap seluruh pelanggannya. Pengurangan tersebut terpaksa dilakukan karena berkurangnya pasokan gas ke PGN dari para pemasoknya.
Ia menyebutkan, setidaknya ada dua hal yang menyebabkaan hal itu terjadi yaitu berakhirnya kontrak pembelian gas dari lapangan ONWJ milik Pertamina Hulu Energi sejak akhir Februari lalu dan juga adanya pengurangan pasokan dari lapangan grissik, blok Corridor yang dikelola ConocoPhilips.
PGN menduga pengurangan pasokan gas dari lapangan Grissik tersebut terjadi karena adanya penambahan penyaluran gas ke Chevron sekitar 80-100 MMSCFD dari kontrak yang ada sebesar 320 MMSCFD. Penambahan pasokan tersebut bertujuan untuk meningkatkan produksi Migas Chevron.
"Hal ini membuat pasokan gas PGN dari lapangan Grissik menjadi fluktuatif sejak bulan Februari lalu," ungkapnya.
Dari kontrak yang ada sebesar 400 MMSCFD, Pada bulan Januari pasokan dari lapangan Grissik masih di kisaran 370-400 MMSCFD. Sedangkan pada bulan Februari menurun drastis hingga di bawah 300 MMSCFD.
Wahid sendiri masih belum memastikan sampai kapan pengurangan pasokan akan berlangsung. Saat ini, Perseroan masih melakukan pembicaraan dengan Dirjen Migas dan BP Migas untuk mencari solusi dari permasalahan ini.
"Kami berharap akan ada keputusan untuk menyelesaikan masalah ini seperti apa," tandasnya.
(epi/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
