70% Jatah Raskin Sudah Tersalurkan
Rabu, 17/03/2010 19:47 WIB
Jakarta - Pemerintah menyatakan telah menyalurkan sebanyak 70% beras untuk keluarga miskin (raskin) dari total 115.439,064 ton di tahun 2010. Pemerintah optimistis total raskin yang disiapkan bisa tersalurkan seluruhnya.
"Raskin sudah mulai disalurkan sekitar 70% dari total yang dianggarkan," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (17/3/2010).
Menurutnya, pemerintah optimistis seluruh raskin yang sudah disiapkan bisa tersalurkan dengan baik. Tahun ini, pemerintah menyiapkan 115.439,064 ton raskin, jumlah ini turun jika dibandingkan tahun 2009 yang mencapai 136.393,380 ton atau turun 20.954,316 ton (15,36%).
Ia menambahkan, kendala di industri pangan ke depan sudah terkendali, salah satunya dengan mulainya panen beras di dalam negeri. Dengan tren inflasi yang turun, pemerintah melihat harga-harga kebutuhan pokok mulai turun, mulai dari beras, gula, hingga minyak goreng.
"Trennya terus menurun. Harga di bulan ini sudah lebih baik ketimbang Desember-Februari, meski belum serendah harga Maret tahun lalu," katanya.
Dengan adanya tren penurunan harga tersebut, pemerintah berniat untuk tidak meneruskan program operasi pasar lagi tahun ini. "Pokoknya kendala di pangan ini sudah tidak ada. Kita sudah cek tidak hanya harga, tetapi pasokan dan distribusi juga," ujarnya.
(ang/dnl)
"Raskin sudah mulai disalurkan sekitar 70% dari total yang dianggarkan," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (17/3/2010).
Menurutnya, pemerintah optimistis seluruh raskin yang sudah disiapkan bisa tersalurkan dengan baik. Tahun ini, pemerintah menyiapkan 115.439,064 ton raskin, jumlah ini turun jika dibandingkan tahun 2009 yang mencapai 136.393,380 ton atau turun 20.954,316 ton (15,36%).
Ia menambahkan, kendala di industri pangan ke depan sudah terkendali, salah satunya dengan mulainya panen beras di dalam negeri. Dengan tren inflasi yang turun, pemerintah melihat harga-harga kebutuhan pokok mulai turun, mulai dari beras, gula, hingga minyak goreng.
"Trennya terus menurun. Harga di bulan ini sudah lebih baik ketimbang Desember-Februari, meski belum serendah harga Maret tahun lalu," katanya.
Dengan adanya tren penurunan harga tersebut, pemerintah berniat untuk tidak meneruskan program operasi pasar lagi tahun ini. "Pokoknya kendala di pangan ini sudah tidak ada. Kita sudah cek tidak hanya harga, tetapi pasokan dan distribusi juga," ujarnya.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
