Pemerintah Antisipasi Anjloknya Harga Beras
Rabu, 17/03/2010 20:23 WIB
Jakarta - Pemerintah melalui Perum Bulog melakukan antisipasi anjloknya harga gabah saat panen tiba di sejumlah daerah penghasil beras. Bulog pun sudah membeli dan mengontrak gabah hasil panen dengan harga di atas HPP (Harga Pokok Penjualan).
Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Bulog Sutarto Alimuso ketika ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (17/3/2010).
"Kalau ada info harga anjlok, kita akan turunkan Satgas kita," ujarnya.
Berdasarkan Inpres 7/2009 yang mulai berlaku pada 1 Januari 2010 terdapat kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) 10%. Rincian kenaikan harga untuk Gabah Kering Panen (GKP) di Petani dengan kadar air maksimal 25% dan kadar hampa/kotoran maksimal 10%, harga sebelumnya Rp 2.400/kg menjadi Rp 2.640/kg. Sedangkan GKP di Penggilingannya, naik dari Rp 2.440/kg menjadi Rp 2.685/kg.
Gabah Kering Giling (GKG) di Penggilingan dengan kadar air maksimal 14% dan kadar hampa/kotoran maksimal 3% naik dari Rp 3.000/kg menjadi Rp 3.300/kg. Sedangkan GKG di Gudang Bulog naik dari Rp 3.040/kg menjadi Rp 3.345/kg.
Beras di Gudang Bulog dengan klasifikasi kadar air maksimal 25%, butir patah maksimal 20%, kadar menir maksimal 2%, dan derajat sosok minimal 95%, harganya naik dari Rp 4.600/kg menjadi Rp 5.060/kg.
(nia/dnl)
Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Bulog Sutarto Alimuso ketika ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (17/3/2010).
"Kalau ada info harga anjlok, kita akan turunkan Satgas kita," ujarnya.
Berdasarkan Inpres 7/2009 yang mulai berlaku pada 1 Januari 2010 terdapat kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) 10%. Rincian kenaikan harga untuk Gabah Kering Panen (GKP) di Petani dengan kadar air maksimal 25% dan kadar hampa/kotoran maksimal 10%, harga sebelumnya Rp 2.400/kg menjadi Rp 2.640/kg. Sedangkan GKP di Penggilingannya, naik dari Rp 2.440/kg menjadi Rp 2.685/kg.
Gabah Kering Giling (GKG) di Penggilingan dengan kadar air maksimal 14% dan kadar hampa/kotoran maksimal 3% naik dari Rp 3.000/kg menjadi Rp 3.300/kg. Sedangkan GKG di Gudang Bulog naik dari Rp 3.040/kg menjadi Rp 3.345/kg.
Beras di Gudang Bulog dengan klasifikasi kadar air maksimal 25%, butir patah maksimal 20%, kadar menir maksimal 2%, dan derajat sosok minimal 95%, harganya naik dari Rp 4.600/kg menjadi Rp 5.060/kg.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
