Wall Street Lanjutkan Penguatan
Kamis, 18/03/2010 07:16 WIB
Foto: Reuters
New York - Saham-saham di bursa Wall Street masih meneruskan penguatannya berkat angka inflasi yang cukup rendah sehingga bisa terus mensupport keputusan Bank Sentral AS menerapkan suku bunga rendah.
Wall Street mendapatkan sentimen positif dari turunnya Indeks Harga Produsen Februari, terutama disebabkan penurunan harga barang-barang terkait energi. Rendahnya inflasi itu diharapkan bisa mendukung kebijakan The Fed yang kini mematok suku bunga di kisaran 0-,0,25%.
Pada perdagangan Rabu (17/3/2010), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 47,69 poin (0,45%) ke level 10.733,67. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 6,75 poin (0,58%) ke level 1.166,21 dan Nasdaq menguat 11,08 poin (0,47%) ke level 2.389,09.
Namun perdagangan sangat tipis menjelang berakhirnya kontrak opsi dan berjangka pada Kamis dan Jumat mendatang. Transaksi di New York Stock Exchange yang meliputi Bursa Saham Amerika dan Nasdaq hanya 8,64 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.
"Banyak orang, jika mereka belum melakukan apapun saat ini hanya tinggal duduk. Pasar sepertinya tidak ingin masuk terlalu jauh," ujar Alan Valdes, analis dari Kabrik Trading seperti dikutip dari Reuters, Kamis (18/3/2010).
(qom/qom)
Wall Street mendapatkan sentimen positif dari turunnya Indeks Harga Produsen Februari, terutama disebabkan penurunan harga barang-barang terkait energi. Rendahnya inflasi itu diharapkan bisa mendukung kebijakan The Fed yang kini mematok suku bunga di kisaran 0-,0,25%.
Pada perdagangan Rabu (17/3/2010), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 47,69 poin (0,45%) ke level 10.733,67. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 6,75 poin (0,58%) ke level 1.166,21 dan Nasdaq menguat 11,08 poin (0,47%) ke level 2.389,09.
Namun perdagangan sangat tipis menjelang berakhirnya kontrak opsi dan berjangka pada Kamis dan Jumat mendatang. Transaksi di New York Stock Exchange yang meliputi Bursa Saham Amerika dan Nasdaq hanya 8,64 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.
"Banyak orang, jika mereka belum melakukan apapun saat ini hanya tinggal duduk. Pasar sepertinya tidak ingin masuk terlalu jauh," ujar Alan Valdes, analis dari Kabrik Trading seperti dikutip dari Reuters, Kamis (18/3/2010).
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
