Maret Berpotensi Terjadi Deflasi
Kamis, 18/03/2010 07:40 WIB
Jakarta - Sebagian besar harga-harga yang biasanya menyumbang inflasi seperti beras, cabai dan minyak goreng sudah turun. Pada bulan Maret ini berpotensi terjadi deflasi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu malam (17/3/2010).
"Potensi ada karena tinggal satu minggu, minggu ke-4 dan kita punya keyakinan kira-kira trennya deflasi atau inflasi tapi 3 minggu ini kelihatannya yang bobot inflasi besar-besar turun semua, beras, cabe, minyak goreng, gula pasir, semuanya yang newsmaker mulai turun," jelasnya.
Rusman menjelaskan, harga beras mulai turun seiring masuknya musim panen. "Harga otomatis karena suplai banyak sehingga harga turun," jelas Rusman.
Demikian pula harga gula internasional yang mulai surut sehingga membuat harga gula di pasar domestik ikut turun.
Terkait rencana pemerintah menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 15% pada Juli mendatang, Rusman mengatakan, hal yagn patut diwaspadai adalah efek berantai dari kenaikan TDL itu. Menurut Rusman, kenaikan TDL sebesar 15% tersebut berpotensi menaikkan inflasi sebesar 0,36% karena bobot TDL dalam inflasi sebesar 2,4%.
"Kita sudah me-reserve inflasi lebih awal sebelum kenaikan TDL karena secara instan kita hitung 15% dikali bobot inflasi yang direct impact bobot dalam inflasi TDL cukup besar 2,4% dari inflasi jadi 2,4x15% sama dengan 0,36%," jelasnya
Namun Rusman mewaspadai multipler effect dari kenaikan TDL ini. Tidak dapat dipungkiri, terdapat sejumlah pengusaha yang menaikkan barang dagangannya dengan alasan kenaikan TDL ini.
"Jangan sampai multiplier effect-nya liar, semuanya menaikkan barang dan jasa 15%. Padahal di pertanian pengaruh kenaikan TDL kecil, yang besar pengaruhnya di sektor industri. Kadang-kadang banyak yang mengambil kesempatan dalam kesempitan jadi memperburuk pada inflasi kita," keluhnya.
Mengenai asumsi pemerintah terhadap inflasi akhir tahun 2010 yang mencapai 5,7%, Rusman menyatakan asumsi tersebut bisa saja tercapai jika pemerintah telah memperhitungkan dampak penambahan inflasi sebesar 0,36% dengan adanya kenaikan TDL tersebut.
"Selanjutnya apakah prediksi sekarang sudah memperkirakan kenaikan TDL atau tidak? Kalau sudah, maka 5,7% sudah bisa terjadi tapi kalau diluar itu harus ada tambahan 0,36%," ujarnya.
Untuk keadaan bulan Maret ini, Rusman menyatakan terdapat potensi deflasi mengingat tren penurunan harga beberapa bahan pokok yang memiliki bobot tinggi terhadap inflasi hingga minggu ketiga ini. Beberapa bahan pokok tersebut seperti beras, minyak goreng, cabe merah, serta gula pasir.
Rusman menilai penurunan tersebut karena terdapat beberapa faktor seperti sudah mulainya musim panen dan penurunan harga gula internasional.
"sejauh ini, BPS melaporkan dalam tren bagus," tukasnya.
(nia/qom)
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu malam (17/3/2010).
"Potensi ada karena tinggal satu minggu, minggu ke-4 dan kita punya keyakinan kira-kira trennya deflasi atau inflasi tapi 3 minggu ini kelihatannya yang bobot inflasi besar-besar turun semua, beras, cabe, minyak goreng, gula pasir, semuanya yang newsmaker mulai turun," jelasnya.
Rusman menjelaskan, harga beras mulai turun seiring masuknya musim panen. "Harga otomatis karena suplai banyak sehingga harga turun," jelas Rusman.
Demikian pula harga gula internasional yang mulai surut sehingga membuat harga gula di pasar domestik ikut turun.
Terkait rencana pemerintah menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 15% pada Juli mendatang, Rusman mengatakan, hal yagn patut diwaspadai adalah efek berantai dari kenaikan TDL itu. Menurut Rusman, kenaikan TDL sebesar 15% tersebut berpotensi menaikkan inflasi sebesar 0,36% karena bobot TDL dalam inflasi sebesar 2,4%.
"Kita sudah me-reserve inflasi lebih awal sebelum kenaikan TDL karena secara instan kita hitung 15% dikali bobot inflasi yang direct impact bobot dalam inflasi TDL cukup besar 2,4% dari inflasi jadi 2,4x15% sama dengan 0,36%," jelasnya
Namun Rusman mewaspadai multipler effect dari kenaikan TDL ini. Tidak dapat dipungkiri, terdapat sejumlah pengusaha yang menaikkan barang dagangannya dengan alasan kenaikan TDL ini.
"Jangan sampai multiplier effect-nya liar, semuanya menaikkan barang dan jasa 15%. Padahal di pertanian pengaruh kenaikan TDL kecil, yang besar pengaruhnya di sektor industri. Kadang-kadang banyak yang mengambil kesempatan dalam kesempitan jadi memperburuk pada inflasi kita," keluhnya.
Mengenai asumsi pemerintah terhadap inflasi akhir tahun 2010 yang mencapai 5,7%, Rusman menyatakan asumsi tersebut bisa saja tercapai jika pemerintah telah memperhitungkan dampak penambahan inflasi sebesar 0,36% dengan adanya kenaikan TDL tersebut.
"Selanjutnya apakah prediksi sekarang sudah memperkirakan kenaikan TDL atau tidak? Kalau sudah, maka 5,7% sudah bisa terjadi tapi kalau diluar itu harus ada tambahan 0,36%," ujarnya.
Untuk keadaan bulan Maret ini, Rusman menyatakan terdapat potensi deflasi mengingat tren penurunan harga beberapa bahan pokok yang memiliki bobot tinggi terhadap inflasi hingga minggu ketiga ini. Beberapa bahan pokok tersebut seperti beras, minyak goreng, cabe merah, serta gula pasir.
Rusman menilai penurunan tersebut karena terdapat beberapa faktor seperti sudah mulainya musim panen dan penurunan harga gula internasional.
"sejauh ini, BPS melaporkan dalam tren bagus," tukasnya.
(nia/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
