OPEC Tahan Produksi, Harga Minyak Merayap
Kamis, 18/03/2010 08:37 WIB
New York - Keputusan OPEC mempertahankan kuota produksi langsung memicu kenaikan harga minyak mentah dunia. OPEC memutuskan untuk mempertahankan produksinya di tengah harga minyak yang terus menanjak menembus US$ 80 per barel.
Organisasi negara-negara produsen minyak, OPEC dalam pertemuannya di Wina memutuskan mempertahankan kuota produksinya yang sebesar 24,84 juta barel per hari.
Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan ketidakpastian kondisi makro ekonomi dan permintaan minyak dunia. OPEC akan mereview lagi kuota produksinya dalam pertemuan rutin di Wina, 14 Oktober mendatang.
Keputusan itu langsung membuat harga minyak melonjak. Pada perdagangan Rabu (17/3/2010), kontrak utama minyak light sweet pengiriman April naik 1,23 dolar menjadi US$ 82,93 per barel. Minyak Brent pengiriman Mei naik 1,43 dolar menjadi US$ 81,96 per barel.
John Kilduffm analis dari Round Earth Capital mengatakan, keputusan OPEC tersebut memang memberikan support pada harga. Menurutnya, dengan harga minyak yang sudah di atas US$ 80 per barel, OPEC mestinya mulai membicarakan masalah kenaikan produksi.
"Dengan tidak melakukan apapun, menyebabkan pasar memberikan reaksi yang bullish terhadap kebijakan produksinya," jelas Kilduff seperti dikutip dari AFP, Kamis (18/3/2010).
Sementara analis dari Barclays Capital keputusan OPEC itu sepertinya untuk membuka peluang harga minyak naik lagi.
"Kami akan memperkirakan pasar akan mengartikan pertemuan itu sebagai lampu hijau untuk transaksi secara gradual dan berkelanjutan untuk konsolidasi harga minyak di kisaran US$ 80-90 per barel," jelasnya.
(qom/qom)
Organisasi negara-negara produsen minyak, OPEC dalam pertemuannya di Wina memutuskan mempertahankan kuota produksinya yang sebesar 24,84 juta barel per hari.
Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan ketidakpastian kondisi makro ekonomi dan permintaan minyak dunia. OPEC akan mereview lagi kuota produksinya dalam pertemuan rutin di Wina, 14 Oktober mendatang.
Keputusan itu langsung membuat harga minyak melonjak. Pada perdagangan Rabu (17/3/2010), kontrak utama minyak light sweet pengiriman April naik 1,23 dolar menjadi US$ 82,93 per barel. Minyak Brent pengiriman Mei naik 1,43 dolar menjadi US$ 81,96 per barel.
John Kilduffm analis dari Round Earth Capital mengatakan, keputusan OPEC tersebut memang memberikan support pada harga. Menurutnya, dengan harga minyak yang sudah di atas US$ 80 per barel, OPEC mestinya mulai membicarakan masalah kenaikan produksi.
"Dengan tidak melakukan apapun, menyebabkan pasar memberikan reaksi yang bullish terhadap kebijakan produksinya," jelas Kilduff seperti dikutip dari AFP, Kamis (18/3/2010).
Sementara analis dari Barclays Capital keputusan OPEC itu sepertinya untuk membuka peluang harga minyak naik lagi.
"Kami akan memperkirakan pasar akan mengartikan pertemuan itu sebagai lampu hijau untuk transaksi secara gradual dan berkelanjutan untuk konsolidasi harga minyak di kisaran US$ 80-90 per barel," jelasnya.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
