Proyek Gas Donggi-Senoro Bak Bayi yang Susah Lahir
Kamis, 18/03/2010 10:22 WIB
Karen Agustiawan (dok detikcom)
Jakarta - Proyek LNG Donggi-Senoro hingga kini belum ada kejelasannya. Pemerintah akan menggelar rapat di kantor Wapres pada hari ini untuk membahas nasib proyek tersebut.
"Jam 11 ini kita akan rapat di Kantor Wapres untuk membahas soal Donggi Senoro," ujar Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (18/3/2010).
Karen berharap masalah proyek Donggi Senoro yang berlarut-larut ini bisa segera tuntas. Pemerintah sendiri sebelumnya menargetkan bisa memutuskan proyek ini pada Februari.
"Saya minta didoain mudah-mudahan cepat bertelur. Bayinya ini lahirnya susah. Tidak lahir-lahir Donggi Senoro ini," ujarnya.
Seperti diketahui, Proyek Donggi-Senoro menjadi tak pasti karena ada perubahan alokasi gas dari semula untuk ekspor menjadi domestik. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Departemen ESDM kemudian memfasilitasi kesepakatan jual beli gas dari lapangan yang terletak di Sulawesi Tengah tersebut.
Hingga saat ini sudah ada tiga perusahaan nasional yang sudah menyatakan minatnya untuk menyerap 211 MMSCFD dari lapangan itu. Rencananya, Pupuk Sriwijaya akan membeli 91 MMSCFD, PLN sekitar 50 MMSCFD dan Panca Amara Utama sebanyak 70 MMSCFD. Sementara proyek Donggi-Senoro dirancang untuk dapat memproduksi gas sebanyak 335 MMSCFD.
(epi/qom)
"Jam 11 ini kita akan rapat di Kantor Wapres untuk membahas soal Donggi Senoro," ujar Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (18/3/2010).
Karen berharap masalah proyek Donggi Senoro yang berlarut-larut ini bisa segera tuntas. Pemerintah sendiri sebelumnya menargetkan bisa memutuskan proyek ini pada Februari.
"Saya minta didoain mudah-mudahan cepat bertelur. Bayinya ini lahirnya susah. Tidak lahir-lahir Donggi Senoro ini," ujarnya.
Seperti diketahui, Proyek Donggi-Senoro menjadi tak pasti karena ada perubahan alokasi gas dari semula untuk ekspor menjadi domestik. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Departemen ESDM kemudian memfasilitasi kesepakatan jual beli gas dari lapangan yang terletak di Sulawesi Tengah tersebut.
Hingga saat ini sudah ada tiga perusahaan nasional yang sudah menyatakan minatnya untuk menyerap 211 MMSCFD dari lapangan itu. Rencananya, Pupuk Sriwijaya akan membeli 91 MMSCFD, PLN sekitar 50 MMSCFD dan Panca Amara Utama sebanyak 70 MMSCFD. Sementara proyek Donggi-Senoro dirancang untuk dapat memproduksi gas sebanyak 335 MMSCFD.
(epi/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
