Holding BUMN Perkebunan Rampung di 2010
Kamis, 18/03/2010 12:05 WIB
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) optimistis induk usaha atau holding company BUMN industri perkebunan bisa rampung tahun ini. Saat ini, masalah yang menghadang pembentukan holding tersebut hanya masalah pajak revaluasi aset.
"Saya harap bisa rampung tahun 2010 ini. Setelah holdingnya selesai nanti kita regroupingkan BUMN perkebunan," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di acara diskusi Pembentukan Holding BUMN Perkebunan di Executive Club Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (18/3/2010).
Saat ini, kata Mustafa, masalah yang menghadang pembentukan Holding BUMN Perkebunan itu tinggal pajak revaluasi aset. Menurut Mustafa pihaknya sedang melakukan penghitungan pajak aset tersebut.
Mustafa mengatakan, dirinya sudah melakukan pembicaraan dengan Kementerian Keuangan mengenai masalah pajak tersebut. Pihaknya berharap, pajak tersebut bisa diubah menjadi penyertaan modal pemerintah di perusahaan holding yang akan terbentuk nanti.
"Kalau tidak bisa nanti kita cari cara lain yang tidak terlalu memberatkan holdingnya," ucapnya.
Nantinya, Holding BUMN perkebunan akan menggabungkan 14 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Mustafa menambahkan, setelah digabungkan kepemilikan sahamnya dalam satu induk usaha, seluruh BUMN itu akan dilakukan regrouping.
Menurutnya, regrouping dilakukan dengan cara mengelompokkan BUMN perkebunan melalui klasifikasi khusus, di antaranya dikelompokkan berdasarkan lokasi kebun dan komoditas yang dihasilkan.
"Ini masih kita godok karena dua-duanya sama penting. Nanti kita lihat apakah dikelompokkan berdasarkan region atau commodity," imbuhnya.
Ia berharap, dengan dibentuknya induk usaha perkebunan tersebut, komoditas yang dihasilkan perusahaan pelat merah perkebunan bisa bersaing dengan komoditas milik negara tetangga.
"Produk sawit Malaysia lebih maju dari Indonesia, kalau teh itu Srilangka dan India sementara Thailand terkenal dengan gulanya. Saya harapkan induk usaha ini nantinya bisa bersaing ketat dengan mereka," ujarnya.
(ang/dnl)
"Saya harap bisa rampung tahun 2010 ini. Setelah holdingnya selesai nanti kita regroupingkan BUMN perkebunan," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di acara diskusi Pembentukan Holding BUMN Perkebunan di Executive Club Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (18/3/2010).
Saat ini, kata Mustafa, masalah yang menghadang pembentukan Holding BUMN Perkebunan itu tinggal pajak revaluasi aset. Menurut Mustafa pihaknya sedang melakukan penghitungan pajak aset tersebut.
Mustafa mengatakan, dirinya sudah melakukan pembicaraan dengan Kementerian Keuangan mengenai masalah pajak tersebut. Pihaknya berharap, pajak tersebut bisa diubah menjadi penyertaan modal pemerintah di perusahaan holding yang akan terbentuk nanti.
"Kalau tidak bisa nanti kita cari cara lain yang tidak terlalu memberatkan holdingnya," ucapnya.
Nantinya, Holding BUMN perkebunan akan menggabungkan 14 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Mustafa menambahkan, setelah digabungkan kepemilikan sahamnya dalam satu induk usaha, seluruh BUMN itu akan dilakukan regrouping.
Menurutnya, regrouping dilakukan dengan cara mengelompokkan BUMN perkebunan melalui klasifikasi khusus, di antaranya dikelompokkan berdasarkan lokasi kebun dan komoditas yang dihasilkan.
"Ini masih kita godok karena dua-duanya sama penting. Nanti kita lihat apakah dikelompokkan berdasarkan region atau commodity," imbuhnya.
Ia berharap, dengan dibentuknya induk usaha perkebunan tersebut, komoditas yang dihasilkan perusahaan pelat merah perkebunan bisa bersaing dengan komoditas milik negara tetangga.
"Produk sawit Malaysia lebih maju dari Indonesia, kalau teh itu Srilangka dan India sementara Thailand terkenal dengan gulanya. Saya harapkan induk usaha ini nantinya bisa bersaing ketat dengan mereka," ujarnya.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
