Bergerak Ragu-Ragu, IHSG Kehilangan 7 Poin
Kamis, 18/03/2010 12:10 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup turun 7 poin setelah sempat bergerak dalam volatilitas tinggi pada perdagangan sesi I hari ini. Aksi beli selektif berhasil menahan laju penurunan IHSG.
Mengawali perdagangan Rabu (17/3/2010) sesi I, IHSG dibuka IHSG sempat menguat 23,094 poin ke level 2.779,356. Namun tak lama IHSG berbalik arah ke zona negatif karena sebagian saham-saham berkapitalisasi besar mengalami tekanan jual cukup berat.
IHSG bergerak dalam rentang yang cukup besar pada perdagangan sesi I hari ini antara 2.740,717 hingga 2.779,356. Volatilitas IHSG yang cukup tinggi ini menunjukkan adanya keraguan pasar dalam menentukan arah.
Sepertinya sebagian investor memutuskan melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah mengalami kenaikan tajam lebih dari 3% pada perdagangan kemarin. Untungnya, aksi beli selektif masih dilakukan oleh sebagian investor lainnya, sehingga mampu menahan laju penurunan IHSG.
Perburuan saham-saham sektor pertambangan batubara menjadi penopang utama IHSG dari kejatuhan cukup dalam diikuti dengan beberapa saham unggulan dari berbagai sektor.
Saham-saham lapis dua juga tampak diburu investor seperti INDS, TBMS, HERO, SCCO dan sebagainya. Perburuan saham-saham lapis dua ini cukup memberikan kontribusi dalam menahan koreksi IHSG.
Berlawanan dengan itu, saham-saham sektor perkebunan justru mengalami tekanan jual yang cukup berat. Indeks saham perkebunan terkoreksi paling dalam dan saling tarik menarik dengan kenaikan indeks saham sektor pertambangan. Hanya indeks saham pertambangan, konsumsi dan perdagangan yang masih berada di jalur positif.
Setelah sempat mengalami koreksi cukup dalam di tengah perdagangan sesi I ini, IHSG akhirnya berhasil meminimalisir penurunan seiring dengan pembalikan arah sebagian bursa-bursa regional Asia.
Pada perdagangan Kamis (18/3/2010) sesi I, IHSG ditutup turun 7,761 poin (0,28%) ke level 2.748,501. Indeks LQ 45 juga turun tipis 2,087 poin (0,38%) ke level 537,563.
Aktivitas investor asing juga didominasi aksi beli dengan net buy asing mencapai Rp 413 miliar.
Bursa-bursa regional Asia bergerak variatif dalam rentang tipis setelah sebagian berbalik arah. Pada awal perdagangan, bursa-bursa Asia didominasi koreksi.
Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 81.093 kali serta volume 4,268 miliar lembar saham senilai Rp 2,87 triliun. Sebanyak 76 saham naik, 109 saham turun dan 74 saham stagnan.
Saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain ITMG naik Rp 650 ke Rp 36.800, INDS naik Rp 475 ke Rp 2.375, TBMS naik Rp 450 ke Rp 3.750, UNTR naik Rp 250 ke Rp 17.950, PTBA naik Rp 200 ke Rp 16.250, BYAN naik Rp 100 ke Rp 5.900, BMRI naik Rp 150 ke Rp 5.100.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain BBCA turun Rp 300 ke Rp 5.500, SMGR turun Rp 150 ke Rp 7.700, TLKM turun Rp 150 ke Rp 8.450, BBRI turun Rp 50 ke Rp 7.800, INTP turun Rp 100 ke Rp 13.900, AUTO turun Rp 50 ke Rp 7.200.
(dro/qom)
Mengawali perdagangan Rabu (17/3/2010) sesi I, IHSG dibuka IHSG sempat menguat 23,094 poin ke level 2.779,356. Namun tak lama IHSG berbalik arah ke zona negatif karena sebagian saham-saham berkapitalisasi besar mengalami tekanan jual cukup berat.
IHSG bergerak dalam rentang yang cukup besar pada perdagangan sesi I hari ini antara 2.740,717 hingga 2.779,356. Volatilitas IHSG yang cukup tinggi ini menunjukkan adanya keraguan pasar dalam menentukan arah.
Sepertinya sebagian investor memutuskan melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah mengalami kenaikan tajam lebih dari 3% pada perdagangan kemarin. Untungnya, aksi beli selektif masih dilakukan oleh sebagian investor lainnya, sehingga mampu menahan laju penurunan IHSG.
Perburuan saham-saham sektor pertambangan batubara menjadi penopang utama IHSG dari kejatuhan cukup dalam diikuti dengan beberapa saham unggulan dari berbagai sektor.
Saham-saham lapis dua juga tampak diburu investor seperti INDS, TBMS, HERO, SCCO dan sebagainya. Perburuan saham-saham lapis dua ini cukup memberikan kontribusi dalam menahan koreksi IHSG.
Berlawanan dengan itu, saham-saham sektor perkebunan justru mengalami tekanan jual yang cukup berat. Indeks saham perkebunan terkoreksi paling dalam dan saling tarik menarik dengan kenaikan indeks saham sektor pertambangan. Hanya indeks saham pertambangan, konsumsi dan perdagangan yang masih berada di jalur positif.
Setelah sempat mengalami koreksi cukup dalam di tengah perdagangan sesi I ini, IHSG akhirnya berhasil meminimalisir penurunan seiring dengan pembalikan arah sebagian bursa-bursa regional Asia.
Pada perdagangan Kamis (18/3/2010) sesi I, IHSG ditutup turun 7,761 poin (0,28%) ke level 2.748,501. Indeks LQ 45 juga turun tipis 2,087 poin (0,38%) ke level 537,563.
Aktivitas investor asing juga didominasi aksi beli dengan net buy asing mencapai Rp 413 miliar.
Bursa-bursa regional Asia bergerak variatif dalam rentang tipis setelah sebagian berbalik arah. Pada awal perdagangan, bursa-bursa Asia didominasi koreksi.
- Indeks Shanghai naik tipis 4,08 poin (0,13%) ke level 3.054,56.
- Indeks Hang Seng menguat 34,29 poin (0,16%) ke level 21.418,78.
- Indeks Nikkei-225 melemah 33,31 poin (0,31%) ke level 10.813,67.
- Indeks Straits Times menguat tipis 4,52 poin (0,15%) ke level 2.923,94.
- Indeks KOSPI melemah tipis 2,31 poin (0,14%) ke level 1.680,55.
Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 81.093 kali serta volume 4,268 miliar lembar saham senilai Rp 2,87 triliun. Sebanyak 76 saham naik, 109 saham turun dan 74 saham stagnan.
Saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain ITMG naik Rp 650 ke Rp 36.800, INDS naik Rp 475 ke Rp 2.375, TBMS naik Rp 450 ke Rp 3.750, UNTR naik Rp 250 ke Rp 17.950, PTBA naik Rp 200 ke Rp 16.250, BYAN naik Rp 100 ke Rp 5.900, BMRI naik Rp 150 ke Rp 5.100.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain BBCA turun Rp 300 ke Rp 5.500, SMGR turun Rp 150 ke Rp 7.700, TLKM turun Rp 150 ke Rp 8.450, BBRI turun Rp 50 ke Rp 7.800, INTP turun Rp 100 ke Rp 13.900, AUTO turun Rp 50 ke Rp 7.200.
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
