Pembentukan Holding BUMN Kebun Tak Ganggu IPO PTPN
Kamis, 18/03/2010 12:35 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan rencana pembentukan induk usaha atau holding company BUMN industri perkebunan tidak akan mengganggu rencana beberapa BUMN yang akan go public (IPO).
Beberapa BUMN perkebunan yang akan melangsungkan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) diantaranya PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, IV dan VII.
"Dengan adanya program restrukturisasi dan regrouping ini tidak akan mengganggu PTPN yang akan IPO. Saya pikir prosesnya akan menyesuaikan," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di acara diskusi Pembentukan Holding BUMN Perkebunan di Executive Club Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (18/3/2010).
Menurutnya, pembentukan holding BUMN perkebunan dalam rangka restrukturisasi tersebut dilakukan untuk mensinergikan dan mengefisiensikan kegiatan operasional PTPN dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Dalam hal ini kepemilikan saham pemerintah di masing-masing BUMN itu dikumpulkan dalam satu wadah bernama holding.
Nantinya, saham ini juga yang akan dilepas ke publik sesuai dengan mekanisme yang ada, diantaranya melalui komite privatisasi serta izin Kementerian Keuangan dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Tatanan baru ini jangan jadi penghalang bagi BUMN yang akan go public," ujarnya.
Sebelumnya, Komisi VI DPR mengaku tidak akan memberikan izin privatisasi kepada PTPN III, IV dan VII dalam melangsungkan IPO selama holding BUMN perkebunan belum terbentuk. DPR meminta ketiganya meningkatkan sinergi dan kinerja sebelum melepas sahamnya di bursa.
PTPN III berniat melepas 30 persen kepemilikan sahamnya ke bursa dengan target dana Rp 1 triliun, sementara PTPN IV bakal menjual 30 persen sahamnya dengan target raupan dana sebesar Rp 1,5 triliun dan PTPN VII melepas senilai Rp 1,5 triliun. Totalnya sekitar Rp 4 triliun.
(ang/dro)
Beberapa BUMN perkebunan yang akan melangsungkan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) diantaranya PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, IV dan VII.
"Dengan adanya program restrukturisasi dan regrouping ini tidak akan mengganggu PTPN yang akan IPO. Saya pikir prosesnya akan menyesuaikan," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di acara diskusi Pembentukan Holding BUMN Perkebunan di Executive Club Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (18/3/2010).
Menurutnya, pembentukan holding BUMN perkebunan dalam rangka restrukturisasi tersebut dilakukan untuk mensinergikan dan mengefisiensikan kegiatan operasional PTPN dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Dalam hal ini kepemilikan saham pemerintah di masing-masing BUMN itu dikumpulkan dalam satu wadah bernama holding.
Nantinya, saham ini juga yang akan dilepas ke publik sesuai dengan mekanisme yang ada, diantaranya melalui komite privatisasi serta izin Kementerian Keuangan dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Tatanan baru ini jangan jadi penghalang bagi BUMN yang akan go public," ujarnya.
Sebelumnya, Komisi VI DPR mengaku tidak akan memberikan izin privatisasi kepada PTPN III, IV dan VII dalam melangsungkan IPO selama holding BUMN perkebunan belum terbentuk. DPR meminta ketiganya meningkatkan sinergi dan kinerja sebelum melepas sahamnya di bursa.
PTPN III berniat melepas 30 persen kepemilikan sahamnya ke bursa dengan target dana Rp 1 triliun, sementara PTPN IV bakal menjual 30 persen sahamnya dengan target raupan dana sebesar Rp 1,5 triliun dan PTPN VII melepas senilai Rp 1,5 triliun. Totalnya sekitar Rp 4 triliun.
(ang/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
