detikfinance

Produsen Billabong Gugat Pengusaha Lokal Soal Peniruan Merek

Herdaru Purnomo - detikfinance
Kamis, 18/03/2010 13:02 WIB
Jakarta - Rocket Trademarks Pty Ltd (Rocket) produsen pakaian merek Billabong, menggugat pengusaha pakaian jadi lokal asal Jakarta terkait pendaftaran merek Element.

Merek Element diklaim Rocket sebagai merek khusus miliknya di samping merek-merek seperti Billabong yang telah didaftarkan di Argentina, Inggris, Australia, Jepang, AS termasuk Indonesia.

Pada 8 Desember 2008 Rocket hendak mendaftarkan merek Element untuk barang kelas 25 atau pakaian ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM. Ternyata merek Element tersebut sudah terdaftar di kelas produk yang sama atas nama Kenny Wirya, sejak 17 Juli 2007.

Kuasa hukum Rocket, Gunawan Suryomurcito, menjelaskan dalam gugatannya bahwa pendaftaran merek Element milik Kenny dilandasi dengan iktikad tidak baik. Sebab, merek itu didaftarkan dengan tujuan membonceng merek milik Rocket yang sudah lebih dahulu terkenal.

Rocket akhirnya mengajukan gugatan pembatalan merek Element milik Kenny ke pengadilan niaga Jakarta Pusat. Merek tersebut telah membohongi masyarakat umum yang bisa menganggap ada hubungan antara merek Element milik Kenny dengan Element milik Rocket.

Selain itu, dengan keberadaan merek Element itu, Rocket menjadi tidak dapat menjual produk-produk miliknya dengan merek Element di Indonesia.

"Ya kita telah mendaftarkan gugatan tersebut karena ini menimbulkan kerugian. Namun kita tunggu saja jalannya persidangan," ujar Gunawan melalui pesan elektroniknya kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (18/03/2010).

Akhirnya, dalam gugatannya Rocket meminta pengadilan untuk membatalkan pendaftaran merek Element milik Kenny dan menyatakan merek Element adalah milik perusahaan asal Australia tersebut.

"Serta memerintahkan kepada tergugat (Kenny Wirya) untuk tidak menggunakan merek Element dan menghukum untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini," tuturnya.

Namun, Kenny Wirya menolak gugatan yang ditujukan kepadanya Rocket. Kenny mengajukan rekonvensi atau gugatan balik atas gugatan Rocket serta eksepsi.

Happy Sihombing, kuasa hukum Kenny Wirya, menyatakan bahwa kliennya menuntut ganti rugi atas penggunaan merek Element miliknya yang mempunyai persamaan pada pokoknya dengan merek Element Rocket.

Happy menilai, jusru Rocket yang telah menggunakan merek Element milik Kenny tanpa izin dan menimbulkan kerugian. Kenny menuntut Rocket membayar kerugian materill Rp 5 miliar dan imateriil Rp 5 miliar.

"Dalam konvensi dan rekonvensi menghukum tergugat rekonvensi untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini," jelas Happy dalam jawaban dan gugatan rekonvensinya.

Hal ini menurut Happy, sesuai dengan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek, yang mengatur merek terdaftar mendapatkan perlindungan jangka waktu 10 tahun.



(dru/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.