detikfinance

Laba Indocement Melejit 57,36%

Indro Bagus SU - detikfinance
Jumat, 19/03/2010 10:21 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 57,36% di 2009. Peningkatan laba disebabkan adanya efisiensi pos beban.

Demikian disampaikan dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, Jumat (19/3/2010).

Hingga akhir 2009, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp 10,576 triliun, naik 8,14% dari tahun 2008 sebesar Rp 9,78 triliun. Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 5,468 triliun, turun 4,98% dari tahun 2008 sebesar Rp 5,755 triliun.

Penurunan beban ini mendorong pertumbuhan laba kotor sebesar 26,93% menjadi Rp 5,108 triliun dari sebelumnya Rp 4,024 triliun. Beban usaha juga mengalami efisiensi sebesar 9,52% menjadi Rp 1,415 triliun dari sebelumnya Rp 1,564 triliun.

Efisiensi beban usaha membuat laba usaha tumbuh semakin tinggi sebesar 50,18% menjadi Rp 3,693 triliun dari sebelumnya Rp 2,459 triliun. Pada pos penghasilan lain-lain, perseroan tahun ini mencatat Rp 92,365 miliar.

Pada tahun 2008 perseroan mencatat beban lain-lain sebesar Rp 135,058 miliar. Perolehan ini, setelah dikurangi pajak-pajak, mendongkrak laba bersih INTP menjadi Rp 2,746 triliun, naik 57,36% dari sebelumnya Rp 1,745 triliun.

 

 


(dro/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.