detikfinance

Menhut: Kasus Nestle dan Unilever Konsekuensi Global

Suhendra - detikfinance
Jumat, 19/03/2010 14:23 WIB
Jakarta -Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan kasus pemutusan kontrak CPO yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan asing seperti Nestle dan Unilever merupakan konsekuensi global akibat perubahan iklim. Saat ini masalah lingkungan sudah menjadi konsen global dan banyak perusahaan di seluruh dunia.

"Oleh karena itu saya minta para investor menaati segala peraturan yang berlaku," tegas Zulkifli saat ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (19/3/2010).

Ia menambahkan jika para investor (pengusaha sawit) tidak patuh dalam menjalankan aturan di bidang kehutanan maka konsekuensi pemboikotan produk-produknya terjadi di pasar internasional. Pada akhirnya hal tersebut merugikan para investor.

"Yang melanggar-melanggar tadi itu akan rugi buat mereka sendiri," katanya.

Dikatakannya saat ini setidaknya tercatat pelanggaran pengrusakan di hutan produksi yang mencapai 2 juta hektar, salah satunya dipicu oleh adanya pelanggaran perluasan lahan perkebunan sawit. Padahal sejatinya lahan-lahan sawit, tebu, dan lain-lain hanya boleh dilakukan di hutan konversi.

Seperti diketahui pihak Nestle telah memutus kontrak pasokan CPO dengan Sinar Mas. Penghentian kontrak dilakukan menyusul protes dari para aktivis Greenpeace yang menuding Sinar Mas telah melakukan perusakan hutan saat menggarap lahan kelapa sawit.

Langkah ini menyusul tindakan Unilever yang sebelumnya telah melakukan hal yang sama kepada Sinar Mas. Unilever juga telah mendaftarhitamkan produk CPO Duta Palma yang juga produsen CPO di Indonesia.

Sementara itu Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mendesak pemerintah (Mentan dan Mendag) untuk segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. Pasalnya, kasus pemutusan kontrak CPO Indonesia sudah terjadi beruntun.
(hen/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 21/07/2014 17:45 WIB
    Bos Blue Bird Bicara Soal Kursi Ketua Hipmi
    Jumat (18/07/2014) lalu, detikFinance berkesempatan mewawancarai Bayu Priawan Djokosoetono, Bendahara Umum Hipmi. Bayu dikabarkan mencalonkan diri untuk menjadi ketua umum Hipmi selanjutnya.
  • Gb Minggu, 03/08/2014 18:18 WIB
    Ini Penyebab Klaim Asuransi Kecelakaan Tak Bisa Cair
    Beberapa kasus ada saja pemegang asuransi kecelakaan yang sulit mencairkan klaimnya. Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan klaim asuransi kecelakaan sulit atau bahkan tak bisa cair.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut