Terjun Bebas 72,15% Dalam 5 Hari, Saham CLPI Masuk UMA
Jumat, 19/03/2010 14:42 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Saham PT Colorpak Indonesia Tbk (CLPI) masuk dalam pantauan Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran telah terjadi penurunan harga selama 5 hari berturut-turut sebesar 72,15%.
"Telah terjadi penurunan harga dan peningkatan aktivitas transaksi saham CLPI yang di luar kebiasaan dibanding periode sebelumnya," ujar Direktur Utama BEI, Ito Warsito dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (19/3/2010).
BEI kini tengah meminta penjelasan dari manajemen CLPI terkait adanya penurunan harga saham signifikan selama 5 hari perdagangan berturut-turut tersebut. BEI meminta investor memperhatikan perkembangan dari manajemen sebelum memutuskan langkah investasi.
Harga saham CLPI masih berada di level Rp 1.670 pada 11 Maret 2010. Harga tersebut telah terbentuk sejak 26 Oktober 2010. Saham CLPI tergolong saham tidur yang frekuensi transaksinya bisa dihitung dengan jari dalam setahunnya.
Namun pada perdagangan 12 Maret 2010, secara mendadak harga saham CLPI anjlok tajam 24,55% hingga menyentuh batas bawah auto rejection ke level Rp 1.260. Hal yang sama terjadi pada perdagangan dua hari berikutnya, saham CLPI terkena batas bawah auto rejection selama 3 hari berturut-turut.
Rupanya, penurunan terus terjadi pada perdagangan kemarin yang ditutup di level Rp 600. Hari ini pun tak beda, harga saham CLPI hingga berita ini ditulis bertengger di level Rp 465.
Itu berarti, sejak 11 Maret 2010, telah terjadi penurunan harga saham CLPI sebesar Rp 795 (72,15%) ke level Rp 465 per saham. Dengan jumlah saham perseroan sebanyak 306,338 juta saham, kapitalisasi pasar CLPI pada 11 Maret 2010 masih sebesar Rp 511,585 miliar.
Dengan harga saat ini sebesar Rp 465 per saham, kapitalisasi pasar CLPI merosot tajam menjadi Rp 142,447 miliar. Hingga saat ini belum diketahui alasan terjadinya aksi jual masif pada saham tidur ini.
(dro/qom)
"Telah terjadi penurunan harga dan peningkatan aktivitas transaksi saham CLPI yang di luar kebiasaan dibanding periode sebelumnya," ujar Direktur Utama BEI, Ito Warsito dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (19/3/2010).
BEI kini tengah meminta penjelasan dari manajemen CLPI terkait adanya penurunan harga saham signifikan selama 5 hari perdagangan berturut-turut tersebut. BEI meminta investor memperhatikan perkembangan dari manajemen sebelum memutuskan langkah investasi.
Harga saham CLPI masih berada di level Rp 1.670 pada 11 Maret 2010. Harga tersebut telah terbentuk sejak 26 Oktober 2010. Saham CLPI tergolong saham tidur yang frekuensi transaksinya bisa dihitung dengan jari dalam setahunnya.
Namun pada perdagangan 12 Maret 2010, secara mendadak harga saham CLPI anjlok tajam 24,55% hingga menyentuh batas bawah auto rejection ke level Rp 1.260. Hal yang sama terjadi pada perdagangan dua hari berikutnya, saham CLPI terkena batas bawah auto rejection selama 3 hari berturut-turut.
Rupanya, penurunan terus terjadi pada perdagangan kemarin yang ditutup di level Rp 600. Hari ini pun tak beda, harga saham CLPI hingga berita ini ditulis bertengger di level Rp 465.
Itu berarti, sejak 11 Maret 2010, telah terjadi penurunan harga saham CLPI sebesar Rp 795 (72,15%) ke level Rp 465 per saham. Dengan jumlah saham perseroan sebanyak 306,338 juta saham, kapitalisasi pasar CLPI pada 11 Maret 2010 masih sebesar Rp 511,585 miliar.
Dengan harga saat ini sebesar Rp 465 per saham, kapitalisasi pasar CLPI merosot tajam menjadi Rp 142,447 miliar. Hingga saat ini belum diketahui alasan terjadinya aksi jual masif pada saham tidur ini.
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
