Pemerintah Tak Sanggup Biayai Infrastruktur Sendirian
Jumat, 19/03/2010 17:46 WIB
Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan APBN untuk memenuhi pendanaan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Karena porsi pendanaan infrastruktur dari APBN hanya sebesar 17%.
"Jangan pembangunan infrastruktur itu terpaku pada APBN," ujarnya saat bincang bersama wartawan di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (19/3/2010).
Untuk pembangunan infrastruktur tersebut, Hatta menyatakan pemerintah sudah sangat siap untuk menggandeng swasta (Public Private Partnership/PPP) melalui pendanaan Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Dalam skema PPP itu, pemerintah akan memberikan hak istimewa terhadap inisiator proyek PPP. Hak istimewa tersebut berupa prioritas untuk mengerjakan proyek meskipun harga yang ditawarkan saat lelang lebih tinggi dibanding dengan kompetitor.
"Program ini diharapkan jadi yang diminati investor. Proyek pembangunan infrastruktur bisa lewat loan (pinjaman), kita akan kembangkan skema PPP," jelasnya.
Oleh karena itu, lanjut Hatta, program tersebut diharapkan bisa menjadi penarik investor sehingga pembangunan negara tidak selalu tergantung APBN.
"Yang komersial bisa didorong ke swasta termasuk kereta api di Kalimantan Timur," tukasnya.
(nia/dnl)
"Jangan pembangunan infrastruktur itu terpaku pada APBN," ujarnya saat bincang bersama wartawan di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (19/3/2010).
Untuk pembangunan infrastruktur tersebut, Hatta menyatakan pemerintah sudah sangat siap untuk menggandeng swasta (Public Private Partnership/PPP) melalui pendanaan Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Dalam skema PPP itu, pemerintah akan memberikan hak istimewa terhadap inisiator proyek PPP. Hak istimewa tersebut berupa prioritas untuk mengerjakan proyek meskipun harga yang ditawarkan saat lelang lebih tinggi dibanding dengan kompetitor.
"Program ini diharapkan jadi yang diminati investor. Proyek pembangunan infrastruktur bisa lewat loan (pinjaman), kita akan kembangkan skema PPP," jelasnya.
Oleh karena itu, lanjut Hatta, program tersebut diharapkan bisa menjadi penarik investor sehingga pembangunan negara tidak selalu tergantung APBN.
"Yang komersial bisa didorong ke swasta termasuk kereta api di Kalimantan Timur," tukasnya.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 21:58 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 21:15 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
