Sebelum Obama Datang, SBY Harus Perbaiki Tata Ekonomi RI
Sabtu, 20/03/2010 13:54 WIB
Jakarta - Untuk memaksimalkan manfaat kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia, Presiden SBY diminta mengadakan perbaikan di beberapa sektor ekonomi. Tujuannya, agar Obama melihat ekonomi Indonesia yang sehat dan merekomendasikan Indonesia sebagai negara investasi industri AS.
"Perbaiki dahulu ekonomi kita dalam negeri sehingga berbisnis di sini menguntungkan," papar pengamat ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa dalam dialog Polemik bertajuk 'Batalnya Kunjungan Obama ke Indonesia' di Warung Daun, Cikini, Jakpus, Sabtu (20/3/2010)
Menurut Purbaya, jika Indonesia sudah berhasil menunjukkan progres ekonomi yang baik, tinggal Presiden SBY menawarkan investasi kepada Obama. "Ketika ekonomi kita maju dengan cepat baru mereka berduyun-duyun datang ke sini," jelas Purbaya.
Setelah hubungan ekonomi berjalan lancar, menurut Purbaya, pemerintah wajib menjaga hubungan tersebut untuk kepentingan yang lebih besar. "Kita lebih diuntungkan. Kalau ada akses ke pasar bebas Amerika makin untung, semakin erat hubungan ini semakin menguntungkan Indonesia," paparnya.
"Amerika adalah pasar untuk negara kita. Bagaimana kita menarik investor AS ke Indonesia sehingga menambah lapangan kerja dan mengembangkan industri tanah air," tutupnya.
(van/dnl)
"Perbaiki dahulu ekonomi kita dalam negeri sehingga berbisnis di sini menguntungkan," papar pengamat ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa dalam dialog Polemik bertajuk 'Batalnya Kunjungan Obama ke Indonesia' di Warung Daun, Cikini, Jakpus, Sabtu (20/3/2010)
Menurut Purbaya, jika Indonesia sudah berhasil menunjukkan progres ekonomi yang baik, tinggal Presiden SBY menawarkan investasi kepada Obama. "Ketika ekonomi kita maju dengan cepat baru mereka berduyun-duyun datang ke sini," jelas Purbaya.
Setelah hubungan ekonomi berjalan lancar, menurut Purbaya, pemerintah wajib menjaga hubungan tersebut untuk kepentingan yang lebih besar. "Kita lebih diuntungkan. Kalau ada akses ke pasar bebas Amerika makin untung, semakin erat hubungan ini semakin menguntungkan Indonesia," paparnya.
"Amerika adalah pasar untuk negara kita. Bagaimana kita menarik investor AS ke Indonesia sehingga menambah lapangan kerja dan mengembangkan industri tanah air," tutupnya.
(van/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
