detikfinance

Sri Mulyani Ketar-ketir Soal Produksi Minyak RI

Ramdhania El Hida - detikfinance
Rabu, 24/03/2010 11:30 WIB
Jakarta - Realisasi lifting minyak Indonesia terus menurun sejak tahun 2004. Jika target lifting minyak dalam APBN 2010 yang sebanyak 965 ribu barel per hari tidak tercapai, APBN pun terancam bolong-bolong.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Seminar Nasional Mendorong Transparansi Sektor Migas Indonesia di Hotel Century Atlet, Jakarta, Rabu (24/3/2010).

"Lifting minyak dari tahun 2004 terus menurun," ungkapnya.

Sri Mulyani menguraikan capaian lifting minyak Indonesia sejak tahun 2004:

  • Tahun 2004: 1,037 juta bph.
  • Tahun 2005: 1,003 juta bph.
  • Tahun 2006: 957 ribu bph.
  • Tahun 2007: 898 ribu bph.
  • Tahun 2008: 931 ribu bph.
  • Tahun 2009: 944 ribu bph.
  • Tahun 2010: 965 ribu bph. (target APBN 2010).

Penurunan lifting minyak tersebut menurut Sri Mulyani disebabkan sumur-sumur yang ada di Indonesia sudah tua sehingga produktivitas sumur menurun sedangkan biaya pengelolaan semakin meningkat. Apalagi ditambah biaya eksplorasi yang juga naik.

"Seperti manusia, semakin tua produksi berkurang tapi biaya kesehatannya meingkat. Ternyata begitu juga dengan sumur, semakin tua, produksinya sedikit tapi costnya tinggi," jelasnya.

Dengan penurunan produktivitas sumur ini, pemerintah khawatir target lifting tiap tahun tidak tercapai.

"Lifting minyak kalau terlihat pada triwulan III dan IV sudah di bawah, kita sudah bilang aduh, 965 (ribu bph) bisa gak tercapai," keluhnya.

Jika lifting tidak tercapai, Sri Mulyani menyatakan dampaknya APBN akan bolong karena ada dari sisi penerimaan yang tidak terpenuhi. Selain dari sisi penerimaan, lanjutnya, lifting ini juga akan berpengaruh pada belanja Kementerian/Lembaga dari sisi subsidi dan tranfer daerah melalui dana bagi hasil (DBH).

"Kalau lifting tidak tercapai maka APBN bolong. Lifting ini menyangkut uang negara yang harus dikembalikan kepada negara karena menyangkut penerimaan, belanja pusat, dan transfer daerah," tukasnya.



(nia/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?