Dirjen Pajak Tak Bisa Jamin Korupsi Perpajakan Tak Muncul Lagi
Jumat, 26/03/2010 20:04 WIB
Jakarta - Dirjen Pajak Muhammad Tjiptardjo mengakui kalau pihaknya tidak bisa menjamin kasus penggelapan pajak ataupun korupsi pajak bakal tak terulang lagi.
Untuk menekan peluang kasus penggelapan pajak, ia akan melakukan pengawasan super ketat dan penindakan tegas bagi anak buahnya yang nakal.
Hal ini disampaikan Tjiptardjo saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (26/3/2010).
"Sebagai manusia biasa saya tidak bisa menjamin, tapi yang saya jamin kalau ada yang salah kita tindak," ucap Tjiptardjo.
Tjiptardjo juga menambahkan adanya usulan mengenai audit terhadap lembaga-lembaga yang dianggap banyak menangani keuangan atau 'basah' adalah suatu usulan yang bagus. Namun kata dia dalam implementasinya tidak akan mudah karena akan dihadapkan jumlah aparat yang cukup besar, apalagi saat ini jumlah aparatnya mencapai 32.000 orang.
"Kalau ada 32.000 pegawai siapa yang mau mengaudit. Boleh saja ide kayak gitu," katanya.
Sehingga kata dia, yang paling terpenting adalah sistem pengawasan. Selain itu, peran serta masyarakat sangat mendukung untuk memberikan laporan dalam membantu Ditjen Pajak.
"Masyarakat juga memantau, termasuk laporan banyak, itu kita tindak lanjuti," katanya.
(hen/dnl)
Untuk menekan peluang kasus penggelapan pajak, ia akan melakukan pengawasan super ketat dan penindakan tegas bagi anak buahnya yang nakal.
Hal ini disampaikan Tjiptardjo saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (26/3/2010).
"Sebagai manusia biasa saya tidak bisa menjamin, tapi yang saya jamin kalau ada yang salah kita tindak," ucap Tjiptardjo.
Tjiptardjo juga menambahkan adanya usulan mengenai audit terhadap lembaga-lembaga yang dianggap banyak menangani keuangan atau 'basah' adalah suatu usulan yang bagus. Namun kata dia dalam implementasinya tidak akan mudah karena akan dihadapkan jumlah aparat yang cukup besar, apalagi saat ini jumlah aparatnya mencapai 32.000 orang.
"Kalau ada 32.000 pegawai siapa yang mau mengaudit. Boleh saja ide kayak gitu," katanya.
Sehingga kata dia, yang paling terpenting adalah sistem pengawasan. Selain itu, peran serta masyarakat sangat mendukung untuk memberikan laporan dalam membantu Ditjen Pajak.
"Masyarakat juga memantau, termasuk laporan banyak, itu kita tindak lanjuti," katanya.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 21:58 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 21:15 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
