Kemendiknas Minta Tambahan Anggaran Rp 6,289 triliun
Senin, 29/03/2010 13:01 WIB
Jakarta - Kementerian Pendidikan Nasional mengusulkan tambahan anggaran Rp 6,289 triliun dalam APBN-P 2010. Jumlah ini sudah disetujui pemerintah, namun masih harus dibahas di DPR.
Demikian disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal ketika ditemui di kantor BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (29/3/2010).
"Anggaran awal Rp 55 triliun, diubah di APBN-P karena untuk penggunaan beasiswa yang akan diberikan untuk mengamankan BOS (Biaya Operasional Sekolah), jadi beasiswa ini untuk memberikan biaya baju, alat tulis, dan jajan murid sekolah," jelasnya.
Selain itu, tambahan anggaran ini juga akan digunakan untuk memeprcepat program wajib belajar 9 tahun berupa pembangungan sekolah dan menambah jumlah guru. Dana ini juga untuk membantu perguruan tinggi yang terkendala karena pengurangan dana di 2009.
"Pokoknya dapat saya simpulkan penambahan anggaran untuk beasiswa, wajib belajar, untuk guru-guru, dan untuk menutup kembali kekurangan di perguruan tinggi," paparnya.
Fasli mengatakan, Kemendinas mendapatkan dana Rp 62 triliun dari APBN dengan penyerapan 95,9%. "Penyerapan kita termasuk yang terbaik. Laporan akuntabilitas kita jug dapat peringkat pertama," tutupnya.
(dnl/qom)
Demikian disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal ketika ditemui di kantor BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (29/3/2010).
"Anggaran awal Rp 55 triliun, diubah di APBN-P karena untuk penggunaan beasiswa yang akan diberikan untuk mengamankan BOS (Biaya Operasional Sekolah), jadi beasiswa ini untuk memberikan biaya baju, alat tulis, dan jajan murid sekolah," jelasnya.
Selain itu, tambahan anggaran ini juga akan digunakan untuk memeprcepat program wajib belajar 9 tahun berupa pembangungan sekolah dan menambah jumlah guru. Dana ini juga untuk membantu perguruan tinggi yang terkendala karena pengurangan dana di 2009.
"Pokoknya dapat saya simpulkan penambahan anggaran untuk beasiswa, wajib belajar, untuk guru-guru, dan untuk menutup kembali kekurangan di perguruan tinggi," paparnya.
Fasli mengatakan, Kemendinas mendapatkan dana Rp 62 triliun dari APBN dengan penyerapan 95,9%. "Penyerapan kita termasuk yang terbaik. Laporan akuntabilitas kita jug dapat peringkat pertama," tutupnya.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
