Tak Mau Senasib dengan Ditjen Pajak, Bea Cukai Terapkan 'Waskat'
Senin, 29/03/2010 13:04 WIB
Thomas Sugijata (Foto; Nia/detikcom)
Jakarta - Ditjen Pajak sedang mendapatkan 'ujian' menyusul mencuatnya kasus makelar pajak Rp 25 miliar dengan tokoh Gayus Tambunan. Tak mau senasib dengan rekannya itu, Ditjen Bea dan Cukai pun membuat terobosan dengan menerapkan pengawasan melekat (waskat).
"Pengawasan melekat akan diterapkan dalam rangka mendorong integritas pegawai," ujar Dirjen Bea Cukai Thomas Sugijata saat konferensi pers usai tanda tangan kontrak kinerja di Kantor Pusat DJBC Rawamangun, Jakarta, Senin (29/3/2010).
Waskat ini berupa kewajiban seluruh pimpinan unit untuk melakukan pengawasan terhadap 2 sekat yang berada di bawahnya.
"Jadi nanti 2 ke bawah, terus 2 ke bawah lagi, seterusnya," jelasnya.
Selain itu, seluruh unit di Ditjen Bea dan Cukai juga diharapkan bisa mendeteksi jika ada penyalahgunaan wewenang.
"Perlunya deteksi awal untuk mencegah kemungkinan itu terjadi," ujarnya.
Thomas menambahkan untuk menggurangi pelanggaan kode etik, DJBC melakukan pelatihan teknis dan motivasi.
Hal senada juga disampaikan Direktur Kitsda DJBC Bambang Prasodjo. Menurutnya, pengawasan yang paling efektif adalah pengawasan langsung dari atasan.
Strategi lain, lanjutnya, melalui pengaduan masyarakat. Oleh karena itu, perlunya dibuka pintu selebar-lebarnya untuk masyarakat yag ingin mengadukan kinerja pegawai DJBC. Selain itu, perlunya peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME.
"Supaya kita percaya kebesaran Tuhan dan takut karena kita tidak bisa bersembunyi darinya," ujar Bambang.
Selain itu, penyelidikan akan berdasarkan kebenaran faktual. Untuk pemeriksaan rekening pegawai, Bambang menyatakan bukan kompetensinya untuk melakukan itu. Serta menyosialisasikan nilai-nilai keadilan, independen, netralitas, kepatutan, kesusilaan, akuntabilitas, dan keterbukaan. Hal ini supaya bisa dikontrol dan diawasi.
"Pengawasan dari rekening itu di luar kompetensi. kita tdk bs scra matematika tp hati nurani yg hrs dijga sensitifitasnya," ujarnya.
Pada tahun 2009, Bambang mengungkapkan terdapat 213 pelanggaran indispliner, 69 pelanggaan berat, 23 pegawai telah dipecat dengan 16 pegawai dipecat secara hormat dan 7 lagi secara tidak hormat.
(nia/qom)
"Pengawasan melekat akan diterapkan dalam rangka mendorong integritas pegawai," ujar Dirjen Bea Cukai Thomas Sugijata saat konferensi pers usai tanda tangan kontrak kinerja di Kantor Pusat DJBC Rawamangun, Jakarta, Senin (29/3/2010).
Waskat ini berupa kewajiban seluruh pimpinan unit untuk melakukan pengawasan terhadap 2 sekat yang berada di bawahnya.
"Jadi nanti 2 ke bawah, terus 2 ke bawah lagi, seterusnya," jelasnya.
Selain itu, seluruh unit di Ditjen Bea dan Cukai juga diharapkan bisa mendeteksi jika ada penyalahgunaan wewenang.
"Perlunya deteksi awal untuk mencegah kemungkinan itu terjadi," ujarnya.
Thomas menambahkan untuk menggurangi pelanggaan kode etik, DJBC melakukan pelatihan teknis dan motivasi.
Hal senada juga disampaikan Direktur Kitsda DJBC Bambang Prasodjo. Menurutnya, pengawasan yang paling efektif adalah pengawasan langsung dari atasan.
Strategi lain, lanjutnya, melalui pengaduan masyarakat. Oleh karena itu, perlunya dibuka pintu selebar-lebarnya untuk masyarakat yag ingin mengadukan kinerja pegawai DJBC. Selain itu, perlunya peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME.
"Supaya kita percaya kebesaran Tuhan dan takut karena kita tidak bisa bersembunyi darinya," ujar Bambang.
Selain itu, penyelidikan akan berdasarkan kebenaran faktual. Untuk pemeriksaan rekening pegawai, Bambang menyatakan bukan kompetensinya untuk melakukan itu. Serta menyosialisasikan nilai-nilai keadilan, independen, netralitas, kepatutan, kesusilaan, akuntabilitas, dan keterbukaan. Hal ini supaya bisa dikontrol dan diawasi.
"Pengawasan dari rekening itu di luar kompetensi. kita tdk bs scra matematika tp hati nurani yg hrs dijga sensitifitasnya," ujarnya.
Pada tahun 2009, Bambang mengungkapkan terdapat 213 pelanggaran indispliner, 69 pelanggaan berat, 23 pegawai telah dipecat dengan 16 pegawai dipecat secara hormat dan 7 lagi secara tidak hormat.
(nia/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
