BW Plantation Bagi Dividen Rp 5 per Saham
Selasa, 30/03/2010 13:01 WIB
Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT BW Plantation Tbk (BWPT) menyetujui usulan manajemen untuk membagikan dividen sebesar 12% dari perolehan laba bersih perseroan tahun 2009 yang mencapai Rp 167,5 miliar. Dengan total saham yang tercatat sebesar 33,4 miliar saham, maka dipastikan setiap lembar saham berhak atas dividen sebesar Rp 5 per saham.
Menurut Presiden Direktur PT BW Plantation Tbk Abdul Halim Ashari, seluruh pemegang saham telah menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 5 per lembar, dengan target penyelesaian pada Mei 2010. Dengan akumulasi lembar saham yang beredar, dibandingkan raihan laba bersih sebesar Rp 167,5 miliar, maka total nilai dividen yang siapkan perseroan mencapai Rp 20 miliar.
"Kami akan membagikan dividen tunai fisik kepada pemegang saham, di mana masing-masing akan menerima Rp 5 per saham secara proporsional," ujar Ashari saat ditemui usai RUPST di Hotel Sultan Senayan, Jakarta, Selasa (30/3/2010).
Sebelumnya memang membuka opsi untuk membagikan dividen kepada pemegang saham minimal 10% dari perolehan laba. "Kami memang memasukkan opsi bagi dividen, sekitar 10-30% dari laba perseroan Rp 167,5 miliar. Revenue kita juga, tercatat Rp 584 miliar," papar Ashari beberapa waktu lalu.
Dalam rapat perseroan juga melaporkan realisasi penggunaan dana IPO, sampai akhir tahun 2009 sebesar Rp 153,7 miliar. Sehingga total dana yang telah digunakan hasil penggalangan IPO mencapai Rp311,1 miliar.
"Sisa dana sekitar 90% akan digunakan untuk penanaman di lahan yang perseroan miliki, yang mencapai 96 ribu ha. Sedangkan 10% untuk modal kerja perseroan," ucapnya.
Sementara itu, untuk tahun 2010 perseroan berencana membangun pabrik kelapa sawit baru dengan kapasitas produksi 45 ton per jam. Investasinya diperkirakan sebesar US$ 9 juta, yang diambil dana hasil IPO BWPT tahun lalu.
"Kita akan bangun di Waringin Timur, Kalimantan Barat. Pembangunan mulai kuartal III ini, dan akan selesai di 2011. Ini untuk meningkatkan utilisasi pabrik perseroan, menjadi 75-80%. Angka ini sudah maksimal untuk pabrik sawit," tuturnya.
Pabrik baru tersebut, tegas Kelik, memiliki kapasitas 45 ton per jam. Pabrik ini akan mendukung raihan TBS pada kebun perseroan, yang mencapai 91 ribu ton. Selama tahun 2009, produksi TBS perseroan meningkat 15% dibanding raihan tahun sebelumnya.
(wep/dnl)
Menurut Presiden Direktur PT BW Plantation Tbk Abdul Halim Ashari, seluruh pemegang saham telah menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 5 per lembar, dengan target penyelesaian pada Mei 2010. Dengan akumulasi lembar saham yang beredar, dibandingkan raihan laba bersih sebesar Rp 167,5 miliar, maka total nilai dividen yang siapkan perseroan mencapai Rp 20 miliar.
"Kami akan membagikan dividen tunai fisik kepada pemegang saham, di mana masing-masing akan menerima Rp 5 per saham secara proporsional," ujar Ashari saat ditemui usai RUPST di Hotel Sultan Senayan, Jakarta, Selasa (30/3/2010).
Sebelumnya memang membuka opsi untuk membagikan dividen kepada pemegang saham minimal 10% dari perolehan laba. "Kami memang memasukkan opsi bagi dividen, sekitar 10-30% dari laba perseroan Rp 167,5 miliar. Revenue kita juga, tercatat Rp 584 miliar," papar Ashari beberapa waktu lalu.
Dalam rapat perseroan juga melaporkan realisasi penggunaan dana IPO, sampai akhir tahun 2009 sebesar Rp 153,7 miliar. Sehingga total dana yang telah digunakan hasil penggalangan IPO mencapai Rp311,1 miliar.
"Sisa dana sekitar 90% akan digunakan untuk penanaman di lahan yang perseroan miliki, yang mencapai 96 ribu ha. Sedangkan 10% untuk modal kerja perseroan," ucapnya.
Sementara itu, untuk tahun 2010 perseroan berencana membangun pabrik kelapa sawit baru dengan kapasitas produksi 45 ton per jam. Investasinya diperkirakan sebesar US$ 9 juta, yang diambil dana hasil IPO BWPT tahun lalu.
"Kita akan bangun di Waringin Timur, Kalimantan Barat. Pembangunan mulai kuartal III ini, dan akan selesai di 2011. Ini untuk meningkatkan utilisasi pabrik perseroan, menjadi 75-80%. Angka ini sudah maksimal untuk pabrik sawit," tuturnya.
Pabrik baru tersebut, tegas Kelik, memiliki kapasitas 45 ton per jam. Pabrik ini akan mendukung raihan TBS pada kebun perseroan, yang mencapai 91 ribu ton. Selama tahun 2009, produksi TBS perseroan meningkat 15% dibanding raihan tahun sebelumnya.
(wep/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 21:58 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 21:15 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
