Anak Usaha Truba Incar Kontrak Baru Hingga Rp 10 Triliun
Selasa, 06/04/2010 13:13 WIB
Jakarta - PT Truba Jaya Engeenering anak usaha dari PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk, menargetkan kontrak baru senilai Rp 7 triliun hingga Rp 10 triliun pada tahun ini.
"Target kontrak on hand pada tahun ini nilainya sebesar Rp 7 triliun, tapi mudah-mudahan kalau bisa mencapai Rp 10 triliun," ujar Presiden Direktur PT Truba Jaya Engeenering (PT TJE) Erman Suparno di sela acara Truba Press Gathering dan Truba Press Tour, di Wisma PSM, Jalan Swadaya II, Tanjung Barat, Jakarta, Selasa (6/4/2010).
Dari target tersebut, hingga bulan Februari 2010, perseroan telah mendapatkan kontrak baru senilai Rp 4,244 triliun. Namun Erman tidak menyebutkan proyek-proyek mana saja yang baru diperoleh perseroan.
"Tapi saat ini proyek-proyek yang on going proyek itu seperti PLTU Paiton (1x600 MW), PLTU Indramayu (1x625MW), PLTU Pelabuhan Ratu (3x350 MW), dan Repowering PLTGU Muara Karang," paparnya.
PT TJE mencatat nilai kontrak yang diperoleh perseroan pada tahun 2007 sebesar Rp 4,392 triliun, kemudian pada tahun 2008 senilai Rp 6,143 triliun dan pada tahun 2009 turun menjadi Rp 5,051 triliun.
Sementara itu realisasi penjualan pada tahun 2007 sebesar Rp 1,152 triliun, tahun 2008 senilai Rp 2,375 triliun, tahun 2009 sebesar Rp 2,237 triliun dan pada tahun ini ditargetkan mencapai Rp 2,603 triliun.
Erman menambahkan, saat ini perseroan tengah menghitung investasi pembangunan tiga pembangkit yang akan dibangun di Kalimantan Timur dengan masing-masing kapasitas 2x100 MW, 2x80 MW, dan 2x36 MW. "Kami akan menjadi kontraktor EPC di sana,"ungkap dia.
Selain itu, lanjut Erman, saat ini pihaknya juga tengah mengincar sejumlah proyek dalam tender pembangunan 150 PLTU skala kecil yang diadakan PT PLN (Persero). PLTU-PLTU tersebut akan dibangun di 70 lokasi. "Kami targetkan akan menjadi pemenang dalam tender tersebut," ungkap Erman.
Selain proyek dalam negeri, Truba juga gencar melakukan pembangunan power plant di sejumlah negara terutama di kawasan Timur Tengah seperti Bahrain, Arab Saudi, dan Qatar.
"Perlu dicatat kami bukan hanya ahli dalam proyek pembangunan pembangkit, tapi kami juga memiliki proyek di sektor pertambangan, industri serta oil and gas," tandasnya.
(epi/dnl)
"Target kontrak on hand pada tahun ini nilainya sebesar Rp 7 triliun, tapi mudah-mudahan kalau bisa mencapai Rp 10 triliun," ujar Presiden Direktur PT Truba Jaya Engeenering (PT TJE) Erman Suparno di sela acara Truba Press Gathering dan Truba Press Tour, di Wisma PSM, Jalan Swadaya II, Tanjung Barat, Jakarta, Selasa (6/4/2010).
Dari target tersebut, hingga bulan Februari 2010, perseroan telah mendapatkan kontrak baru senilai Rp 4,244 triliun. Namun Erman tidak menyebutkan proyek-proyek mana saja yang baru diperoleh perseroan.
"Tapi saat ini proyek-proyek yang on going proyek itu seperti PLTU Paiton (1x600 MW), PLTU Indramayu (1x625MW), PLTU Pelabuhan Ratu (3x350 MW), dan Repowering PLTGU Muara Karang," paparnya.
PT TJE mencatat nilai kontrak yang diperoleh perseroan pada tahun 2007 sebesar Rp 4,392 triliun, kemudian pada tahun 2008 senilai Rp 6,143 triliun dan pada tahun 2009 turun menjadi Rp 5,051 triliun.
Sementara itu realisasi penjualan pada tahun 2007 sebesar Rp 1,152 triliun, tahun 2008 senilai Rp 2,375 triliun, tahun 2009 sebesar Rp 2,237 triliun dan pada tahun ini ditargetkan mencapai Rp 2,603 triliun.
Erman menambahkan, saat ini perseroan tengah menghitung investasi pembangunan tiga pembangkit yang akan dibangun di Kalimantan Timur dengan masing-masing kapasitas 2x100 MW, 2x80 MW, dan 2x36 MW. "Kami akan menjadi kontraktor EPC di sana,"ungkap dia.
Selain itu, lanjut Erman, saat ini pihaknya juga tengah mengincar sejumlah proyek dalam tender pembangunan 150 PLTU skala kecil yang diadakan PT PLN (Persero). PLTU-PLTU tersebut akan dibangun di 70 lokasi. "Kami targetkan akan menjadi pemenang dalam tender tersebut," ungkap Erman.
Selain proyek dalam negeri, Truba juga gencar melakukan pembangunan power plant di sejumlah negara terutama di kawasan Timur Tengah seperti Bahrain, Arab Saudi, dan Qatar.
"Perlu dicatat kami bukan hanya ahli dalam proyek pembangunan pembangkit, tapi kami juga memiliki proyek di sektor pertambangan, industri serta oil and gas," tandasnya.
(epi/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 21:58 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 21:15 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
