PTBA Pilih Menunggu Izin Bertahun-tahun Ketimbang Nyogok
Senin, 19/04/2010 08:33 WIB
Jakarta - Direktur Utama PT Tambang Bukit Asam (PTBA) Soekrisno mengaku tidak pernah memberikan uang pelicin alias sogokan untuk memperlancar proses perizinan di areal tambang miliknya. Ia memilih mengikuti prosedur yang ada, meski harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan izin tersebut.
"Sebagai perusahaan yang sudah menerapkan Good Corporate Governance, saya sudah sampaikan kepada anak buah saya, tidak boleh menyogok walaupun lama dapat izinnya," ujar Soekrisno saat dihubungi detikFinance, Minggu malam (18/1/2010).
Ia menyebutkan, salah satu tambang yang cukup lama untuk mendapatkan izin yaitu tambang yang dikelola oleh anak usahanya PT Batubara Bukit Kendi. Tambang yang beroperasi di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan tersebut memakan waktu hingga sembilan tahun untuk mendapatkan perizinan.
"Kami mengurus izinnya sejak November 2000 dan baru dapat izin November 2008. Sekarang kegiatan di sana distop oleh polisi juga karena masih ada masalah perizinan," jelasnya.
Sebelumnya, Kementerian BUMN mengakui bahwa 3 BUMN sektor pertambangan juga menjadi korban atas praktek-praktek mafia perizinan tambang. Tiga BUMN yang dimaksud adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS) dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).
Menurut Sekretaris Menteri BUMN Said Didu, praktek-praktek pungutan liar dalam jumlah yang tidak bisa dipertanggungjawabkan cukup menghambat kinerja BUMN tambang. Sebab, pihak yang berwenang memberi izin atau mencabut KP bisa seenaknya membagi-bagi wilayah KP kepada perusahaan lain jika BUMN tambang tersebut menolak memberikan uang pelumas alias sogokan.
Selain tiga BUMN tersebut, PT PLN (Persero) pun ikutan jadi korban. Tahun lalu, PLN sempat mengincar akuisisi sejumlah KP guna mengamankan pasokan batubara untuk kebutuhan PLTU. Menurut Dirut PLN, Dahlan Iskan rencana tersebut tidak dapat dilakukan, lantaran PLN menyatakan tidak memiliki kemampuan memberikan sogokan kepada pihak yang berwenang memberikan izin KP.
(qom/qom)
"Sebagai perusahaan yang sudah menerapkan Good Corporate Governance, saya sudah sampaikan kepada anak buah saya, tidak boleh menyogok walaupun lama dapat izinnya," ujar Soekrisno saat dihubungi detikFinance, Minggu malam (18/1/2010).
Ia menyebutkan, salah satu tambang yang cukup lama untuk mendapatkan izin yaitu tambang yang dikelola oleh anak usahanya PT Batubara Bukit Kendi. Tambang yang beroperasi di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan tersebut memakan waktu hingga sembilan tahun untuk mendapatkan perizinan.
"Kami mengurus izinnya sejak November 2000 dan baru dapat izin November 2008. Sekarang kegiatan di sana distop oleh polisi juga karena masih ada masalah perizinan," jelasnya.
Sebelumnya, Kementerian BUMN mengakui bahwa 3 BUMN sektor pertambangan juga menjadi korban atas praktek-praktek mafia perizinan tambang. Tiga BUMN yang dimaksud adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS) dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).
Menurut Sekretaris Menteri BUMN Said Didu, praktek-praktek pungutan liar dalam jumlah yang tidak bisa dipertanggungjawabkan cukup menghambat kinerja BUMN tambang. Sebab, pihak yang berwenang memberi izin atau mencabut KP bisa seenaknya membagi-bagi wilayah KP kepada perusahaan lain jika BUMN tambang tersebut menolak memberikan uang pelumas alias sogokan.
Selain tiga BUMN tersebut, PT PLN (Persero) pun ikutan jadi korban. Tahun lalu, PLN sempat mengincar akuisisi sejumlah KP guna mengamankan pasokan batubara untuk kebutuhan PLTU. Menurut Dirut PLN, Dahlan Iskan rencana tersebut tidak dapat dilakukan, lantaran PLN menyatakan tidak memiliki kemampuan memberikan sogokan kepada pihak yang berwenang memberikan izin KP.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
