Daftar Hitam Produsen Sawit Picu Bank Perketat Syarat Kredit
Senin, 19/04/2010 13:40 WIB
Jakarta - Kasus pemutusan kontrak produsen crude palm oil (CPO) dan daftar hitam (blacklist) bagi produsen terkait tuduhan perusakan hutan dalam proses produksi sawit di Indonesia memicu perbankan memperketat syarat pemberian kredit. Perbankan menambahkan syarat adanya sertifikasi produk sawit yeng berkelanjutan dalam pengajuan kredit oleh perusahaan sawit.
"Banyak bank yang mesyaratkan adanya sertifikasi RSPO (roundtable sustainable palm oil)," kata sumber detikFinance di sela-sela acara pencerahan perlindungan konsumen kementerian perdagangan, Bogor, Senin (19/4/2010).
Sumber tersebut mengatakan dalam kasus daftar hitam yang dialami oleh PT Dutapalma Nusantara, perbankan yang akan memberikan kredit yaitu Bank Ekonomi (HSBC) mensyaratkan adanya sertifikasi RSPO.
"Bukan hanya ke Dutapalma, kemungkinan besar juga yang lainnya," katanya.
Menurutnya kasus-kasus pembatalan kontrak termasuk daftar hitam memiliki efek domino bagi pihak lain yang mempertanyakan masalah sertifikasi RSPO atau proses produksi sawit yang berkelanjutan.
Kasus daftar hitam sebelumnya telah menimpa PT Dutapalma terkait imbauan Unilever, yang kemudian direspon oleh Dutapalma yang melayangkan somasi pada tanggal 15 April 2010 kepada pihak Unilever Indonesia dan Unilever pusat di Inggris.
(hen/dnl)
"Banyak bank yang mesyaratkan adanya sertifikasi RSPO (roundtable sustainable palm oil)," kata sumber detikFinance di sela-sela acara pencerahan perlindungan konsumen kementerian perdagangan, Bogor, Senin (19/4/2010).
Sumber tersebut mengatakan dalam kasus daftar hitam yang dialami oleh PT Dutapalma Nusantara, perbankan yang akan memberikan kredit yaitu Bank Ekonomi (HSBC) mensyaratkan adanya sertifikasi RSPO.
"Bukan hanya ke Dutapalma, kemungkinan besar juga yang lainnya," katanya.
Menurutnya kasus-kasus pembatalan kontrak termasuk daftar hitam memiliki efek domino bagi pihak lain yang mempertanyakan masalah sertifikasi RSPO atau proses produksi sawit yang berkelanjutan.
Kasus daftar hitam sebelumnya telah menimpa PT Dutapalma terkait imbauan Unilever, yang kemudian direspon oleh Dutapalma yang melayangkan somasi pada tanggal 15 April 2010 kepada pihak Unilever Indonesia dan Unilever pusat di Inggris.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
