detikfinance

PLN Teken Jual-Beli Panas Bumi dengan Pertamina

Suhendra - detikfinance
Senin, 26/04/2010 10:03 WIB
Denpasar -PT PLN (Persero) dengan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) melakukan penandatanganan perjanjian jual beli uap panas bumi untuk memenuhi kebutuhan 4 proyek Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Empat proyek yaitu antara lain PLTP Lahendong Unit 4 (1x20 MW) dan PLTP Kotamobagu (4x20 MW) di Sulawesi Utara, PLTP Hululais (2x55 MW) di Bengkulu dan PLTP Sungai Penuh (2x55 MW) di Jambi. Total kapasitas 4 PLTP tersebut sebesar 320 MW.

Perjanjian dengan PGE merupakan tindak lanjut dari Head of Agreement Pengembangan dan Pemanfaatan Sumber Daya Panas Bumi antara PLN dan PGE untuk tujuh lokasi dengan total kapasitas 830 MW yang ditandatangani tanggal 17 Februari 2010.

PLN akan membeli uap yang dieksplioitasi dari lapangan uap di Wilayah Kerja Pertambangan yang dikelola PGE, dengan harga US$ 4,3 cent/kwh (setara Rp 391/kwh).

"Ini dengan eskalasi 2% per tahun dan periode pasokan uap panas bumi selama 30 tahun sejak mulai pengoperasian PLTP," kata Direktur Teknologi Perencanaan Teknologi PT PLN Nasri Sebayang di sela-sela acara forum World Geothermal Conggress (WGC) di Denpasar, Bali, Senin (26/4/2010).

Selain itu PLN juga menandatangani confirmation agreement dengan konsorsium pengembang PLTP Sarulla, Sumatra Utara. Dalam confirmation agreement dengan konsorsium Sarulla disepakati harga jual listrik dari PLTP Sarulla ke PLN adalah US$ 6,79 cent/kwh dengan eskalasi harga 2% per tahun.

Pengembangan energi panas bumi untuk mendukung program percepatan 10.000 MW tahap II sesuai Peraturan Presiden No. 4 tahun 2010, yang menyebutkan di dalam 5 tahun ke depan ditargetkan tambahan pembangkit panas bumi sekitar 4.000 MW.

PLTP Lahendong Unit IV saat ini sedang dalam tahap konstruksi dan diharapkan mulai menambah kemampuan pasokan listrik di daerah Sulawesi Utara pada bulan September 2011 melengkapi 3 unit PLTP masing-masing 20 MW yang sudah beroperasi.

PLTP dibangun dengan biaya sekitar 38 juta US$ melalui pinjaman dari ADB (Asian Development Bank). Dengan faktor kapasitas 90%, produksi listrik Lahendong unit 4 sebesar 157.68 juta kwh (setara penggunaan 39,42 juta liter Bahan Bakar Minyak/BBM) per tahun.

Pasokan listrik di Sulawesi Utara ke depan akan semakin bertambah dengan masuknya PLTP Kotamobagu Unit 1,2,3, dan 4 (4x20 MW) yang diharapkan mulai memproduksi listrik pada tahun 2014. Pengembangan PLTP Kotamobagu dalam tahap persiapan studi kelayakan, dan pendanaannya diharapkan dari bantuan lembaga keuangan internasional.

Perjanjian jual beli uap untuk PLTP Hululais akan menjamin pasokan uap panas bumi PLTP Hululais Unit 1 dan 2 (2x55 MW). Pasokan uap dieksploitasi dari lapangan uap di WKP Hululais Propinsi Bengkulu.

Sedangkan kebutuhan uap untuk PLTP Sungai Penuh Unit 1 dan 2 (2x55 MW) dipasok dari lapangan uap di WKP Sungai Penuh Propinsi Jambi.

Kedua PLTP tersebut akan menambah pasokan listrik untuk sistem Sumatera mulai tahun 2013. Untuk itu ditargetkan tahun 2011 sudah memulai masa konstruksi dengan pendanaan dari lembaga pinjaman internasional. Dengan total kapasitas kedua PLTP sebesar 220 MW dan faktor kapasitas 85%, produksi listrik mencapai 1.638 juta kwh per tahun atau setara penggunaan 409 juta liter BBM per tahun.

Proyek PLTP Sarulla adalah pembangkit panas bumi yang dikembangkan oleh konsorsium swasta dalam dan luar negeri yaitu Orsarulla Incorporation, Sarulla Power Aset Ltd, Sarulla Operations Ltd, PT Medco Geopower Sarulla, dan Kyuden Sarulla PTE Ltd.

Total kapasitas proyek PLTP Sarulla yang berlokasi di Tapanuli Utara, Sumatra Utara ini adalah 330 MW. Unit pertama diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2013.

(hen/dnl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut