Lembaga Pemeringkat BPR Sebaiknya 'Dikuasai' BI
Jumat, 30/04/2010 07:20 WIB
Jakarta - Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) mengharapkan lembaga pemeringkat rating BPR berada dibawah Bank Indonesia (BI).
Bank sentral dinilai memiliki infrastruktur pendukung yang lengkap dan mempunyai data-data lengkap mengenai 1.700 BPR yang berada dibawah Direktorat BPR dan UMKM.
Demikian dikatakan oleh Ketua Perbarindo Said Hartono usai acara Gala Dinner Apconex 2010 di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis malam (30/4/2010).
"Kita ingin pembentukan lembaga rating BPR berada dibawah Bank Indonesia (BI) karena bank sentral mempunyai data lengkap seluruh BPR-BPR," jelas Said.
Ia menambahkan, jika nantinya swasta yang melakukan pemeringkatan BPR, maka sinkronisasi antar seluruh BPR akan sulit dilakukan.
"Apalagi biaya yang harus dikeluarkan oleh masing-masing bank cukup besar. Jika BI yang melakukan pemeringkatan maka akan lebih efisien," katanya.
Lembaga rating tersebut nantinya akan digunakan sebagai acuan bagi sebuah bank umum yang ingin memberikan fasilitas kredit berupa linkage program kepada BPR, sehingga dapat dilihat kinerja, performance, dan kondisi keuangan dari masing-masing BPR.
Said menambahkan, lembaga rating khusus bagi BPR dibentuk sebagai pengganti dari publikasi data statistik seperti permintaan DPR agar BI merilis BPR/BPRS yang masuk ke dalam SSU (Special Surveilance Unit) dari masing-masing BPR.
Sebelumnya Direktur BPR dan UMKM BI Ratna E Amiyati menjelaskan, alasan utama bagi BPR untuk mendirikan lembaga rating ini memang dikarenakan masalah biaya. Namun Ratna menjamin biaya yang diperlukan BPR untuk melakukan rating tidak akan besar.
"Katanya biayanya mahal untuk melakukan rating, padahal tidak begitu. Kan ada yang mahal ada juga yang murah. Nah kita cari yang memakan biaya tidak besar," jelasnya.
Ratna berharap dengan adanya lembaga rating tersebut maka akan lebih mendisiplinkan BPR dalam melakukan intermediasinya. Menanggapi usulan Perbarindo tersebut Ratna enggan berkomentar lebih jauh. "Nanti saja dibicarakan lagi," tutupnya.
(dru/qom)
Bank sentral dinilai memiliki infrastruktur pendukung yang lengkap dan mempunyai data-data lengkap mengenai 1.700 BPR yang berada dibawah Direktorat BPR dan UMKM.
Demikian dikatakan oleh Ketua Perbarindo Said Hartono usai acara Gala Dinner Apconex 2010 di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis malam (30/4/2010).
"Kita ingin pembentukan lembaga rating BPR berada dibawah Bank Indonesia (BI) karena bank sentral mempunyai data lengkap seluruh BPR-BPR," jelas Said.
Ia menambahkan, jika nantinya swasta yang melakukan pemeringkatan BPR, maka sinkronisasi antar seluruh BPR akan sulit dilakukan.
"Apalagi biaya yang harus dikeluarkan oleh masing-masing bank cukup besar. Jika BI yang melakukan pemeringkatan maka akan lebih efisien," katanya.
Lembaga rating tersebut nantinya akan digunakan sebagai acuan bagi sebuah bank umum yang ingin memberikan fasilitas kredit berupa linkage program kepada BPR, sehingga dapat dilihat kinerja, performance, dan kondisi keuangan dari masing-masing BPR.
Said menambahkan, lembaga rating khusus bagi BPR dibentuk sebagai pengganti dari publikasi data statistik seperti permintaan DPR agar BI merilis BPR/BPRS yang masuk ke dalam SSU (Special Surveilance Unit) dari masing-masing BPR.
Sebelumnya Direktur BPR dan UMKM BI Ratna E Amiyati menjelaskan, alasan utama bagi BPR untuk mendirikan lembaga rating ini memang dikarenakan masalah biaya. Namun Ratna menjamin biaya yang diperlukan BPR untuk melakukan rating tidak akan besar.
"Katanya biayanya mahal untuk melakukan rating, padahal tidak begitu. Kan ada yang mahal ada juga yang murah. Nah kita cari yang memakan biaya tidak besar," jelasnya.
Ratna berharap dengan adanya lembaga rating tersebut maka akan lebih mendisiplinkan BPR dalam melakukan intermediasinya. Menanggapi usulan Perbarindo tersebut Ratna enggan berkomentar lebih jauh. "Nanti saja dibicarakan lagi," tutupnya.
(dru/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
